Dahlan Iskan Dibui 2 Tahun, Terbukti Korupsi BerjamaahPenjualan Aset PT PWU

Dahlan Iskan usai menjalani persidangan dan divonis bui 2 tahun.

GLOBALINDO.CO, SIDOARJO – Mantan Menteri BUMN era SBY, Dahlan Iskan dinyatakan terbukti melakukan korupsi berjamaah dalam kasus pelepasan aset PT Panca Wira Usaha, sebuah BUMD milik Pemprov Jatim. Karena itu, Dahlan Iskan divonis bui 2 tahun.

Selain vonis 2 tahun bui, Dahlan Iskan juga harus menjalani penahanan kota dan denda Rp 100 juta.

Hakim Ketua Pengadilan Tipikor Surabaya, M. Tahsin menyatakan, terdakwa Dahlan terbukti melakukan korupsi berjamaah sebagaimana disebutkan dalam dakwaan subsider Pasal 3 undang-undang tersebut.

Sedangkan dakwaan primer, majelis hakim menganggap Dahlan tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primer, yakni Pasal 2 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

(Baca: Dahlan Iskan Pasrah Terima Vonis Hakim Tipikor)

“Menjatuhkan terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama dua tahun. Mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 100 Juta dengan ketentuan jika tidak membayar diganti dengan kurungan penjara selama dua bulan,” kata hakim Tahsin saat membacakan vonis di ruang sidang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jumat (21/4/2017).

Vonis tersebut mendapatkan reaksi dari pendukung Dahlan yang memenuhi ruangan sidang. Sebanyak 40-an santri dari Pondok Pesantren Sabilul Muttaqien Magetan itu memekikan takbir dan istighfar sebagai penyemangat terhadap mantan Direktur Utama PT PWU itu.

“Allahu akbar, astaghfirullah,” teriak pendukung Dahlan usai majelis hakim menjatuhkan vonis 2 tahun.

Menanggapi vonis tersebut, Dahlan Iskan menyatakan banding.

“Setelah berkoordinasi dengan kuasa hukum saya nyatakan banding,” imbuh Dahlan.

Sementara Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menyatakan pikir-pikir. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim 4 tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 6 tahun penjara denda Rp 750 juta serta membayar ganti rugi Rp 4,3 miliar.(dtc/ziz)