Dahlan Iskan Diperiksa, Kajati Jatim: Kita Naikkan Statusnya Jadi Tersangka

dahlan-iskan-diperiksa-kejatiGLOBALINDO.CO, SURABAYA – Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan akhirnya memenuhi undangan pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim), Senin (17/10/2016). Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari satu jam, Dahlan Iskan menyempatkan rehat sejenak di masjid Kejati.

Seusai salat, Dahlan Iskan hanya diam saja dan tak melayani pertanyaan para wartawan. Ia segera masuk dan naik ke lantai 5 di ruang pidana khusus. Tidak seperti saat ia datang dan mengatakan bahwa ia datang untuk diperiksa sebagai saksi.

Sementara itu, Kajati Jatim, Maruli Hutagalung menegaskan, status Dahlan memang masih sebatas saksi. Tetapi tidak menutup kemungkinan status tersebut berubah bergantung dari hasil pemeriksaan.

“Tergantung pemeriksaannya. Kalau ada benang merahnya, kita naikkan statusnya jadi tersangka,” ujar Maruli.

Semua saksi, kata Maruli, bisa jadi tersangka. Nantinya pihaknya akan membahas bersama apakah nantinya buktinya cukup kuat atau belum untuk mengubah status saksi menjadi tersanga.

“Kita lihat nanti,” kata Maruli.

Pemeriksaan kali ini, lanjut Maruli, akan mencari keterangan tentang penjualan aset Pemprov Jatim yang ada di Kediri dan Tulungagung. Temuan Kejati Jatim, ada penyimpangan aset di dua daerah tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan BPKP untuk kerugian negara,” tandas Maruli.

Dahlan sendiri memenuhi panggilan setelah dua kali mangkir. Dahlan diperiksa dalam kasus penjualan 33 aset BUMD Jatim PT Panca Wira Usaha (PWU) antara tahun 2000-2010. Saat itu Dahlan menjabat sebagai direktur utama.

Kasus ini sudah menyeret mantan Ketua DPRD Surabaya Whisnu Wardhana menjadi tersangka. Nama lain yang sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi adalah mantan Gubernur Jatim Imam Utomo dan pengusaha Alim Markus.(dtc/ziz)