Demi Majukan Pendidikan Surabaya, Besok Risma Beri Kesaksian di MK

Wakil Menteri Ekonomi dan Energi Republik Federasi Jerman, Uwe Beckmeyer menerima cinderamata dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (20/5/2016).

Wakil Menteri Ekonomi dan Energi Republik Federasi Jerman, Uwe Beckmeyer menerima cinderamata dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (20/5/2016).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini akan memberikan kesaksian dalam gugatan yang dilayangkan oleh warga Surabaya terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pengalihan Wewenang Penyelenggaraan Pendidikan kepada pemerintah provinsi di Mahkamah Konstitusi (MK) besok (8/6/2016).

Dalam kesaksiannya nanti, Tri Rismaharini tidak akan hadir sendiri. Mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ini akan didampingi Dewa Pendidikan Kota Surabaya, perwakilan guru, perwakilan wali murid dan ahli pendidikan.

Tri Rismaharini menjelaskan, dalam persidangan nanti akan diserahkan bukti tertulis dan penyampaian kesaksian lisan. Bukti tertulis itu terdiri dari dokumen jumlah siswa yang sudah dibiayai oleh Pemerintah Kota Surabaya dan arsip foto anak-anak yang sudah dilakukan.

“Kalau secara lisan, saya nanti akan menceritakan pengalaman saya kenapa Pemkot bersikeras untuk mengelola sendiri (pendidikan jenjang menengah). Jadi saya bukan tanpa alasan,” ujar Tri Rismaharini, Selasa (7//6/2016).

Risma menegaskan, anak-anak sebagai generasi penerus harus melanjutkan pendidikannya hingga kuliah. Karenanya, di Surabaya, Pemkot Surabaya memastikan anak-anak yang putus sekolah agar mau kembali bersekolah.

“Sebab, bila anak-anak Surabaya hanya lulusan SMP, akan sulit mencari kerja. Pokoknya kami dukung dulu ke tingkat SMA, jika sudah lulusan SMA bisa diarahkan apakah langsung kerja atau kuliah,” jelasnya.

Dalam mendukung itu Pemerintah Kota Surabaya banyak memberikan beasiswa kepada anak-anak Surabaya yang punya keinginan kuliah. Beasiswa itu seperti jurusan kedokteran, tehnik, notaris juga mekanik pesawat. Berbagai program beasiswa itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui bidang pendidikan anak-anak.

“Kami memberikan beasiswa kuliah itu melalui pendaftaran di Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya,” sambung Risma.(bmb/gbi)