Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Sulbar Ricuh

Aksi demonstrasi mahasiswa di kantor Gubernur Sulbar yang diwarnai kericuhan.

GLOBALINDO.CO, MAMUJU – Aksi demonstrasi yang digelar ratusan mahasiswa di kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) berlangsung ricuh, Jumat (13/10/2017).

Kericuhan dipicu lantaran Kepala Dinas Pertanian Sulbar tak tahan emosi dikritik mahasiswa dan melemparkan karung kosong ke arah mahasiswa hingga memicu emosi para pengunjuk rasa.

Massa terlibat aksi saling dorong dengan petugas Satpol PP dan polisi. Kericuhan baru mereda setelah Kasatpol PP menemui massa aksi.

(Baca Juga: Demo Tambang Bengkulu Ricuh, 2 Warga Tertembak, 2 Polisi Luka Bacok)

Dalam tuntutannya, massa aksi meminta Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar melakukan evaluasi total mekanisme penyaluran pupuk subsidi agar tidak merugikan petani dan menjadi ajang penipuan petani.

Selain itu, massa demonstran juga meminta penganggaran ulang pengadaan pupuk pada tahun berikutnya dengan ketentuan jangan dikerjakan asal-asalan dan harus mendapat pengawalan ketat sehingga pupuk yang sampai ke tangan petani dipastikan pupuk asli dan bukan pupuk palsu yang tidak membawa dampak apa pun terhadap tanaman petani.

“Kami menuntut pemerintah agar memperbaiki mekanisme distribusi pupuk subsidi untuk melindungi petani dari praktik kejahatan pemalsuan pupuk subsidi,” papar Sompa, koordinator aksi di depan kantor Gubernur Sulbar.

Hingga kini belum diketahui jumlah pupuk yang diduga palsu beredar di sejumlah kecamatan di Mamuju. Pupuk jenis NPK yang yang diduga palsu diketahui sejumlah petani setelah lebih dari sepekan memupuk tanaman padinya, namun kondisi pupuk tidak hancur atau tetap berbentuk butiran keras dan tidak membawa pengaruh apa pun terhadap pertumbuhan padi mereka.

Usai menyampaikan beberapa tuntutannya puluhan massa aksi langsung meninggalkan kantor gubernur Sulbar, namun ratusan massa aksi berjanji jika tuntutannya tidak terpenuhi akan kembali berunjuk rasa di kantor Gubernur Sulbar untuk menagih komitmen pemerintah dalam melindungi petani dari praktik kejahatan pemalsuan pupuk.(kcm/ziz)