Demokrat-Golkar Tarik Ulur Posisi Cagub Jabar, Deddy Mizwar Atau Dedi Mulyadi?

Ketua DPD Partai Golkar sekaligus bakal calon Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi berjabat tangan dengan pasangan barunya, Deddy Mizwar yang diusung Partai Demokrat.

 

GLOBALINDO.CO, BANDUNG – Partai Demokrat dan Golkar masaih tarik ulur kandidat jagoannya yang layak menjadi calon Gubernur Jawa Barat. Demokrat belum rela jika kandidatnya, Deddy Mizwar hanya diposisikan sebagai calon Wakil Gubernur pendamping Dedi Mulyadi yang diusung Golkar.

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Demokrat Agus Hermanto menyatakan, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi memiliki peluang sama besar untuk jadi cagub. Ia mengakui kedua partai berat untuk menetapkan siapa dari dua kandidat tersebut yang menajdi cagub.

“Sekarang Golkar dan Demokrat sudah koalisi. Ini sedang mengerucut menentukan siapa calon gubernur dan wagub,” ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/1).

Demokrat dan Golkar sepakat berkoalisi di Pilgub Jabar. Koalisi ini menduetkan Deddy Mizwar dari Demokrat dan Dedi Mulyadi disodorkan Golkar.

Koalisi dua partai ini mengantongi 29 kursi dan memenuhi syarat untuk mengusung pasangan cagub-cawagub di Pilgub Jabar 2018. Golkar memiliki 17 kursi di DPRD, sementara Demokrat memiliki 12 kursi.

Meski kedua nama itu berpeluang, Demokrat berharap Deddy Mizwar yang bisa menjadi cagub, sementara Dedi Mulyadi menjadi cawagubnya. Agus mengklaim, dalam beberapa survei terkait Pilgub Jabar 2018, elektabilitas Deddy Mizwar yang kini menjabat Wagub Jabar lebih tinggi daripada Dedi Mulyadi yang berstatus Ketua DPD Golkar Jabar dan Bupati Purwakarta.

Namun, harapan itu masih bisa berubah tergantung dinamika politik yang terjadi di Jabar sebelum proses pendaftaran di KPU. Untuk gelaran Pilkada serentak 2018, KPU membuka pendaftaran pasangan calon pada 8-10 Januari 2018.

“Demokrat menginginkan (Deddy Mizwar cagub) berdasarkan survei, elektabilitas Demiz lebih tinggi. Namun ini semua ada faktor politik. Kita tunggu saja,” ujarnya. (tb/gin)