Demokrat Kecewa Berat, Sebut Prabowo Jenderal Kardus

oleh
Prabowo Subianto menggandeng Sandiaga Uno.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Demokrat mendapat pukulan telak dari Partai Gerindra dan Prabowo Subianto. Partai Demokrat kecewa berat lantaran Prabowo dan partainya sama sekali tidak melirik Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres dan sebaliknya menguatkan sosok Sandiaga Uno di detik-detik akhir.

Opsi duet Prabowo-Sandi makin kuat menjelang detik-detik pendaftaran capres. Sedangkan nama AHY yang diagungkan PD semakin tersisih.

“Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken,” tandas Andi kepada wartawan, Rabu (8/8).

Kritikan Andi yang semakin keras menunjukkan kerasnya pukulan dari Prabowo dan Gerindra. Ia menyebut, Prabowo hanya jenderal kardus yang lebhih mementingkan materi.

“Prabowo ternyata kardus. Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar,” kata Andi.

Andi membeberkan, bagaimana Prabowo akhirnya kepincut kepada Sandiaga. Menurut Andi, Wakil Gubernur DKI itu, telah ‘membeli’ suara PKS dan PAN seharga masing-masing Rp 500 miliar agar meyakinkan Prabowo dan Gerindra untuk memilihnya sebagai cawapres.

“Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres,” ujarnya.

Karena kekecewaan yang memuncak itulah, Partai Demokrat langsung menolak kedatangan Prabowo ke kediaman Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Kuningan, Jakarta.

“Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus,” demikian cuitan Andi Arief di akun tiwtter pribadinya, malam ini.

Sementara Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria semakin menguatkan sinyal duet Prabowo-Sandiaga. Ia mengatakan Sandi merupakan sosok alternatif yang bisa diterima calon mitra koalisi. Sandi dipilih di tengah kengototan Partai Demokrat, PKS, dan PAN, yang masih ingin memajukan kader sebagai cawapres.

“Kebetulan Sandi kan satu partai dengan Prabowo. Mungkin bagi partai yang lain, tidak menjadi… tidak irilah. Partai lain kan maunya Demokrat, yang PAN maunya PAN, PKS maunya PKS, alternatifnya dipilih di luar tiga partai ini,” ujar Riza saat dihubungi, Rabu (8/8). (cni/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *