Depresi, Tahanan Lapas Blitar Tewas Gantung Diri

Lapas Klas IIB Blitar.

GLOBALINDO.CO, BLITAR – Diduga lantaran mengalami depresi saat menjalani hukuman, seorang tahanan Lapas Klas IIB Kota Blitar ditemukan tewas gantung diri.

Tahanan kasus pencurian ini diketahui bernama Mohamad Dwi Arianto, warga Pakisaji Malang. Dia ditemukan tewas tergantung di dalam sumur Lapas Blitar. Petugas lapas mengetahuinya saat dilaksanakan senam pagi bersama.

“Dia dipindah ke sini 4 April lalu sudah depresi, sering ngamuk sendiri. Kami juga dapat laporan, dia pernah berusaha bunuh diri di Lapas Madiun,” kata Kalapas Klas II B Blitar, Rudi Sarjono, Jumat (12/10/2017).

(Baca Juga: Napi Lapas Sikka NTT Gantung Diri Gunakan Sarung)

“Tiap Jumat kami punya kebiasaan senam bersama. Dia izin gak ikut senam katanya lagi sakit. Pas petugas kontrol sekitar jam 08.00 wib, dia tidak ditemukan di kamar, tapi tergantung di dalam sumur,” tambahnya.

Tubuh Dwi ditemukan terendam di kedalaman 5 meter dari bibir sumur. Di bagian tubuhnya terikat seutas tali tambang berwarna biru sepanjang sekitar hampir 10 meter.

“Dia sengaja mengikat bagian tubuhnya dengan tali. Biar pas nyebur itu gak bunyi jeblur gitu. Mungkin seperti itu lho ya,” kata Rudi.

Sumur kuno dengan diameter 1,5 meter kedalaman sekitar 8 meter itu hanya berjarak 10 meter dari kamar Dwi. Selama ini Dwi menempati Blok B yang diisi bersama dua tahanan lainnya.

Dwi sebenarnya akan bebas setelah menjalani masa tahanan 1 tahun 3 bulan.

“Masa tahanannya 1 tahun 10 bulan untuk dua kasus. Yang kasus pencurian pertama ditahan 7 bulan, kasus kedua 1,3 tahun,” papar Rudi.

Rudi juga menegaskan, tidak ada dugaan penganiayaan dari kasus gantung dirinya Dwi.

“Saya berani pastikan, tidak ada penganiayaan, ini murni gantung diri karena depresi,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono memimpin langsung proses olah tempat kejadian perkara.

“Kami terima laporan sekitar pukul 08.00 wib. Saya dan tim datang langsung, olah TKP. Dan saat ini jenazah dibawa ke RSUD Mardi Waluyo untuk visum luar,” jelasnya.(dtc/ziz)