Dewan Minta Wali Kota Surabaya Segera Keluarkan Perwali Larangan Peredaran Mihol

oleh
Mantan Ketua Pansus Perda Mihol DPRD Surabaya, Edi Rachmat.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Banyaknya korban jiwa dalam pesta miras oplosan di Surabaya, mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mazlan Mansyur. Mazlan meminta pemerintah kota segera mengundangkan Perda no 6 tahun 2016 tentang larangan peredaran mihol secara total.

Menurut Mazlan, mengacu pada proses yang telah dilalui semestinya tidak ada alasan bagi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menunda mengundangkan perda tersebut. Dimana wali kota cukup membuat Perwali terkait tata cara penerapannya.

“Perdanya kan sudah diparipurnakan. Tidak ada alasan lagi untuk tidak segera mengundangkan,” kata Mazlan, Selasa (24/4/2018).

Terkait dengan surat dari Gubernur Jatim tentang revisi bagi Perda itu, politisi dari PKB ini menilai hal itu bukanlah sebuah persoalan. Mengingat surat revisi yang dikirimkan gubernur baru diterima setelah Sidang Paripurna.

“Dengan begitu, maka kalau ada pihak yang tidak setuju sebaiknya menempuh jalur yang sesuai,” tegas Mazlan.

Mazlan mengatakan bahwa Perda nomor 1 tahun 2010 yang sudah ada belum memiliki regulasi kuat untuk mengatur tentang miras oplosan. Karena di perda tersebut hanya mengatur soal perijinan.

“Dan itu sudah terbukti, tadi (ketika dengar pendapat) Satpol PP kita tanya mereka nggak bisa jawab. Katanya kalau itu dari Kepolisian. Jangan sampai menunggu jatuh korban lebih banyak lagi, harus segera diundaangkan,” jelasnya.

Sekretaris Komisi B Edi Rachmat menambahkan, dari awal komisinya memang ingin menyapu bersih peredaran minuman keras di Surabaya. Terutama keberadaan minuman keras oplosan yang kerap menimbulkan korban jiwa.

“Target kami jelas yakni sapu bersih, Kota Surabaya harus terbebas dari minuman oplosan itu, jika tidak ingin banyak korban lagi di masa mendatang,” kata mantan Ketua Pansus Perda Nihil DPRD Surabaya ini. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *