Dewan Pertanyakan Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya Yang Diterima Pemkot Surabaya

oleh
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Anggota Komisi D (pendidikan dan kesra) DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah mempertanyakan kelayakan Kota Surabaya memperoleh penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya atau kota layak anak.

Menurut Agustin, adanya dugaan kasus penculikan anak di Surabaya beberapa hari lalu mestinya menjadi tamparan bagi pemerintah kota. Mengingat kasus tersebut bisa menjadi preseden buruk bagi Surabaya.

“Jika pihak yang berwenang diam saja, saya kok khawatir penghargaan itu akan dicabut,” ujar Khusnul Khotimah, Selasa (21/3/2017).

Khusnul mengingatkan, sebagai kota dengan status layak anak pemerintah harus mampu menghadirkan kenyamanan dan rasa aman. Salah satunya ditunjukkan lewat komitmen dalam memberikan perlindungan terhadap anak-anak di Surabaya.

Khusnul mengingatkan, Kota Surabaya sebenarnya sudah memiliki aturan yang tegas dalam melindungi anak-anak. Konsideran itu tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tahun 2011 tentang penyelenggaraan perlindungan anak.

Dalam pasal 4 diterangkan bahwa pemerintah wajib bertanggung jawab untuk menjamin perlindungan dan kesejahteraan anak. Bagi pelanggar perda ini akan mendapatkan sanksi kurungan tiga bulan dan denda Rp 50 juta.

“Perda ini harus dijalankan, pemkot tidak boleh melupakan peraturan yang ada. Berlakukan sanksi tegas kepada pelaku,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi D Agustin Poliana telah mengingatkan, kepada para orang tua agar lebih waspada dalam menjaga anak-anak mereka. Baik ketika anak-anak bermain maupun ketika pulang sekolah.

Menurut Agustin, kondisi sekarang dengan dulu sudah jauh berbeda. Jika dahulu anak bisa dibiarkan tanpa ada ancaman penculikan, saat ini kondisinya sudah jauh berubah.

“Tidak hanya penculikan. Kasus pedofilia saat ini juga meningkat. Makanya orang tua jangan sampai membuatkan buah hati mereka bermain atau pulang sekolah sendirian,” ingat Agustin. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *