Dewan Usulkan Moratorium Perizinan Reklame

by
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Banyaknya reklame liar di sejumlah kawasan Kota Surabaya, mendapat perhatian dari anggota Komisi C DPRD Vinsensius. Vinsensius meminta pemerintah kota bertindak tegas terhadap reklame yang belum memiliki izin.

Vinsensius menyebutkan, ada beberapa kendala yang membuat penertiban reklame di kota pahlawan sulit dilakukan. Selain masalah peralatan yang kurang memadai, kendala lainya ada lokasi yang sulit dijangkau.

“Itu belum termasuk jika ada main mata antara pemilik reklame dengan penegak perda. Makanya ke depan perlu ditata ulang jika ingin efektif dalam penertiban,” ujar Vinsensius, Kamis (19/10/2017).

Vinsensius menyebutkan, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebenarnya sangat besar. Namun dengan minimnya pengaman yang dilakuksn potensi itu menguap begitu saja.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam beberapa kesempatan dirinya mendorong ada moratorium perizinan. Mengingat jumlah reklame yang ada sekarang sudah terlalu banyak.

“Beberapa kali saya serukan moratorium perijinan papan reklame di kota Surabaya, karena posisi saat ini sudah menjamur. Seperti jamur yang tumbuh saat musim hujan, sudah saat dihentikan sementara dan ditata kembali,” tegas Awey, sapaannya.

Sementara terkait kemungkinan adanya petugas yang bermain mata, Awey meminta segera ditindak. Selain untuk memberikan efek jerah juga meminimalisir potensi kebocoran PAD.

“Masyarakat sebagai stake holrder, semestinya ikut melakukan pengawasan. Agar segala bentuk penyimpangan dapat terminimalisir dengan baik,” pungkas politisi dari Nasdem ini. (bmb/gbi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *