Diajak Pimpinan KPK Bertemu, Ini Cara Antasari Tuntaskan Skandal Century

Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar dan buku karangannya berjudul 'Saya Dikorbankan'  yang ditulis selama dia menjalani masa hukuman di penjara.

Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar dan buku karangannya berjudul ‘Saya Dikorbankan’ yang ditulis selama dia menjalani masa hukuman di penjara.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mendorong lembaga antirasuah menuntaskan skandal megakorupsi bailout dana Bank Century. Antasari bahkan sempat membocorkan cara menjerat aktor utama dan intelektual kasus yang merugikan negara Rp 6,8 triliun ini.

Menurut Antasari, tidak begitu sulit untuk mengusut tuntas kasus bailout Century jika KPK punya tekat kuat dan keberanian.  Apalagi, menurut Antasari, bukti-bukti tindak pidana korupsi dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada Bank Century sudah tersaji dalam fakta sidang mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya.

“Ya kasus mana sih yang tak bisa diungkap kalau memang buktinya ada,” kata Antasari di rumahnya di komplek Les Belles Maisons, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (10/11).

Terpidana kasus suap pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen yang baru dibebaskan dari Lapas Klas I Tangerang ini mengilustrasikan upaya menjerat aktor lain dalam kasus korupsi dana talangan Century bisa dimulai dari fakta persidangan dan mendalami keterangan Budi Mulya.

“Budi Mulya bersama-sama Anda, dalam dakwaan dan putusan pengadilan terbukti bersama-sama Anda. Terus Budi Mulya dihukum tapi Anda tidak, coba Anda bisa jawab? Ya teman-teman di KPK tindaklanjuti saja, hukum kan untuk semua. Siapapun dia,” ungkap Antasari.

Sekadar mengingatkan, majelis hakim pengadilan memutuskan memperberat putusan terhadap Budi Mulya menjadi 15 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 8 bulan kurungan pada tahun lalu. KPK membuka kasus ini ke publik saat masih dipimpin Antasari tahun 2008. Tak lama kemudian, Antasari dijerat kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen.

Lebih lanjut, Antasari menyatakan dirinya tidak ingin memberikan keterangan lain terkait kasus Bank Century karena ia bukanlah saksi dan bukan juga pimpinan KPK.

”Kalau Anda tanya lebih jauh menganai kasus Century, seolah-olah saya masih ketua KPK,” ujarnya.

Namun Antasari yakin skandal bailout Bank Century bisa diusut tuntas jika KPK dan penegak hukum lain berjalan lurus di garis reformasi birokrasi dan hukum yang diberlakukan Presiden Joko Widodo. Untuk diketahui, usai keluar dari penjara tadi, Antasari langsung diajak bertemu oleh pimpinan KPK periode sekarang. (Baca: Antasari Azhar Bebas, Pimpinan KPK Langsung Ajak Bertemu).

“Jokowi saya berikan apresiasi, beliau canangkan reformasi di bidang Hukum. Saya setuju itu, tinggal bagaimana substansinya, bagian mana yang mesti diperbaiki supaya tidak ada lagi yang mengalami seperti saya,” imbuhnya.

Antasari Azhar saat dibebaskan dari Lapas Tangerang Klas I Tangerang, Kamis (10/11).

Antasari Azhar yang bebas bersyarat dari masa hukuman penjara di Lapas Tangerang Klas I Tangerang, Kamis (10/11).

Antasari Azhar bebas bersyarat setelah menjalani masa hukuman  tujuh tahun enam bulan atau dua per tiga dari vonis 18 tahun penjara. Ia mendapatkan remisi sejak 2010 hingga saat ini dengan total remisi empat tahun enam bulan.

Meski menjalani hukuman di penjara, Antasari tetap menyangkal dirinya terlibat apalagi dituduh menjadi dalang kasus pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen. Hingga kini, kasus ini masih menyisakan misteri karena sejumlah kejanggalan selama proses hukumnya berjalan.

Namun begitu, Antasari tak mau mengungkit kasus ini dan membongkar dalang pembunuhan yang sebenarnya. (Baca: Ketua DPR Persilahkan Antasari Bongkar Misteri Pembunuhan Nasruddin).

Di sisi lain, keluarga Nasruddin tetap menginginkan kebenaran kasus ini diungkap demi mendapatkan keadilan. Pihak keluarga menagih janji Antasari yang pernah menyampaikan akan mengungkap misteri pembunuhan sahabatnya itu. (Baca: Adik Nasruddin Tagih Janji Antasari Ungkap Dalang Pembunuhan). (gbi)