Dicatut e-KTP, SBY Laporkan Pengacara Novanto dan Mirwan Amir ke Bareskrim

oleh
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono melaporkan pengacara SetyaNovanto Firman Wijaya dan mantan Wakil Ketua Badan Anggaran, Mirwan Amir ke Bareskrim Polri, Selasa (6/2) karena namanya dicatut dalam sidang kasus korupsi proyek e-KTP.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tak bisa lagi menahan resah karena berulangkali namanya dicatut dalam sidang kasus korupsi proyek e-KTP. SBY akan melaporkan pihak yang meyeret dirinya masuk ke lubang skandal rasuah senilai Rp 2,3 triliun seraya menuntut keadilan dari Presiden, Kapolri dan Kabareskrim untuk menindaklanjuti pengaduannya.

SBY merasa namanya sengaja dicatut di persidangan untuk menggiring opini publik. Tujuannya, menurut SBY, agar publik berpikir bahwa dirinya memang terlibat korupsi proyek berbiaya Rp 5,9 triliun di era pemerintahannya dulu.

“Seolah menurut mereka saya terlibat dalam proyek pengadaan e-KTP itu,” kata SBY saat memberikan keterangan pers di kantor DPP Demokrat, Wisma Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat, Selasa (6/2).

Presiden keenam RI ini langsung membuktikan pernyataannya dan mendatangi Gedung Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan pihak-pihak yang terlibat. Pantuaan di Gedung Bareskrim, SBY ditemani istriya, Ani Yudhoyono diantar mobil berwarna hitam bernopol F-414-RI.

Setiba di Bareskrim Polri, tampak SBY dan Ani irit berbicara. Kompak mengenakan baju biru, keduanya langsung memasuki ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Mudah-mudahan Presiden, Kapolri dan Kabareskrim akan menindaklanjuti apa yang saya adukan. Saya masih percaya pada Kabareskrim, Kapolri, dan Presiden Jokowi,” ujarnya. SBY diterima langsung oleh Kabareskrim, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto.

SBY bertubi-tubi menjadi sasaran tudingan dari beberapa pihak yang bersaksi di sidang korupsi e-KTP. Pertama, nama SBY dicatut bekas politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta (25/1) lalu.

Dalam kesaksiannya, mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu mengaku pernah menyarankan kepada SBY yang kala itu presiden untuk tak melanjutkan proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri. Namun, kata Mirwan, proyek tersebut tetap berjalan. (Baca: Mirwan Amir Mengaku SBY Abaikan Sarannya Hentikan Proyek e-KTP).

SBY menggelar jumpa pers di kantor DPP Demokrat, Wisma Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat, Selasa (6/2)., sebelum mendatangai Gedung Bareskrim Polri untuk melaporkan pencatutan namanya dlam sidnag korupsi proyek e-KTP.

Namun menurut SBY, semua kesaksian Mirwan itu adalah buah dari upaya pengacara Stya Novanto, Firman Wijaya yang sengaja menggiring saksi agar memberi keterangan yang membuat dirinya seolah  terlibat pengaturan proyek e-KTP. Skenario Firman ini rupanya yang paling meresahkan SBY.

“Firman Wijaya memberikan pernyataan yang kita pelajari seperti diarahkan, menuduh saya sebagai orang besar, sebagai penguasa, yang melakukan intervensi sebagai pengadaan e-KTP,” kata mantan Presiden RI dua periode ini.

SBY menggambarkan bagaimana dalam persidangan Novanto terdapat percakapan antara pengacara dan saksi. SBY menilai percakapan bekas pengacara Anas Urbaningrum dengan saksi itu aneh dan keluar dari konteks.

“Yang aneh out of context, yang menurut saya penuh dengan nuansa rekayasa,” ujar SBY. (cni/ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *