Didakwa Melakukan Pengaduan Palsu, Oey Juliawati Wijaya Jadi Pesakitan

oleh

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Terdakwa Oey Juliawati Wijaya kini duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya mengajukan pengaduan atas kasus dugaan pemberitahuan palsu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sabetania R Paembonan dalam dakwaannya menyebutkan terdakwa dijerat dengan pasal 317 ayat 1 KUHAPidana atas laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh terdakwa kepada korban Meliyana ke Polrestabes Surabaya.

“Setelah itu, korban Meliyana mengajukan permohonan Pra Peradilan tanggal 29 Agustus 2016 dengan Nomor : 43/Praper/2016/PN. SBY yang pada akhirnya diputus pada tanggal 19 September 2016 dengan amar putusan mengabulkan permohonan untuk seluruhnya,” ujar JPU menirukan petikan praperadilan korban Meliyana. Rabu (22/5/2018).

Putusan pra peradilan disebutkan, jika korban Meliyana terbukti melakukan perbuatan yang di dakwakan akan tetapi bukan merupakan tindak pidana.

Lantaran Meliyana tidak terbukti melakukan penipuan dan penggelapan atas laporan terdakwa Oey Juliawati Wijaya, korban Meliyana lantas melaporkan terdakwa Oey Juliawati ke Polrestabes Surabaya dengan laporan dugaan dengan sengaja mengajukan pengaduan palsu.

“Atas perbuatan terdakwa Oey Juliawati Wijaya sebagaimana diancam dan diatur pidana dalam pasal 317 ayat 1 KUHAPidana” tutupnya.

Menanggapi dakwaan JPU, penasihat hukum terdakwa, Arief Agus Nindito mengajukan perlawanan yang akan mengajukan eksepsi atau keberatan. Salah satunya keberatan atas susunan dakwaan jaksa yang dianggap kurang cermat.

“Menurut kami dakwaan ini tidak lengkap. Uraianya tidak lengkap. Yang jelas kami keberatan dan intinya secara garis besar keberatan dituduh melakukan perbuatan seperti pada dakwaan” tukas pria yang akrab dipanggil Didit.

Uraian tersebut dikatakan Didit, salah satunya disebutkan putusan pra peradilan korban Meliyana yang tak lengkap.

“Disitu (dakwaan) tidak ditulis lengkap, putusan nomor berapa dan tanggal berapa, disitu hanya diurai secara global saja,” ujarnya.

Terkait laporan dugaan penipuan dan penggelepan Rp. 11 miliar yang dilaporkan terdakwa Oey Juliawati Wijaya kepada korban Meliyana di Polrestabes Surabaya, Dadit mengakui jika saat itu ada pra peradilan yang menurut majlis hakim PN Surabaya perbuatan Meliyana dapat dibuktikan.

“Namun, perbuatan ini bukan merupakan perbuatan pidana. Pertanyaanya, bagaimana klien kami masih disalahkan padahal majlis hakim sendiri sudah menyatakan itu terbukti. Terbukti melakukan perbuatan yang di dakwaan,” tutupnya. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.