Diduga Hilangkan Barang Bukti, Dua Penyidik KPK Dikembalikan ke Polri

oleh
Dua penyidik KPK sedang memeriksa barnag bukti.
Dua penyidik KPK sedang memeriksa barnag bukti kasus korupsi.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembalikan dua penyidik dari kepolisian, yakni Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisaris Harun ke Kepolisian RI. Keduanya ditengarai telah merusak dan menghilangkan bukti kasus suap mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar.

AKBP Roland Ronaldy dan Kompol Harun merupakan penyidik KPK yang menangangi kasus suap Patrialis Akbar. Keduanya pun dinilai melanggar kode etik sehingga dikembalikan ke institusinya.

Tetapi informasi ini ditepis Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Menurut Febri, keduanya dikembalikan ke institusinya karena sudah masa tugasnya di KPK akan habis.

Barang bukti itu berupa catatan pengeluaran keuangan dua perusahaan Basuki Hariman, penyuap Patrialis, untuk memenangkan gugatan uji materi Undang-Undang Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi. Catatan tersebut memuat sejumlah pejabat yang diduga menerima aliran duit dari perusahaan Basuki. (tp/nad)

Berikut barnag bukti yang diduga rusak dan hilang:

Barang bukti I
Buku bank sampul merah PT Impexindo Pratama.
Berisi catatan pengeluaran perusahaan pada 2015-2016 dengan jumlah Rp 4,337 miliar dan US$ 206,1 ribu.

Barang bukti II
Buku bank sampul hitam PT Aman Abadi Nusa Makmur.
Berisi catatan pengeluaran perusahaan periode 2010-2013 dengan jumlah USD 1,256 juta.

Tindakan:
– Membubuhkan tip-ex pada catatan keuangan.
– Merobek beberapa halaman dalam catatan keuangan.
– Mencabut BAP Kumala Dewi dari berkas perkara kasus suap mantan hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar.

Bukti:
– Rekaman kamera pengawas di lantai 9 gedung KPK.
– Barang bukti yang telah dirusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *