Diduga Menipu, Direktur PT Sri Jagad Raya Diadili

oleh
Kunti Wiluyangsari Farida Ariani saat menjalani persidangan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Terdakwa Kunti Wiluyangsari Farida Ariani (41), warga jalan Ikan Dorang Baru 46 Surabaya duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas perkara dugaan penipuan Rp. 2,2 miliar.

Pada agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Perkara ini berawal dari kerjasama bisnis antara terdakwa Kunti, Hj Sri Kusumawati (alm) dan Titin Suciatin (terpidana dalam berkas terpisah) mendirikan PT Sri Jagad Raya (SJR).

Dalam kerjasama tersebut, Titin diangkat sebagai direktur utama. Sementara Kunti sebagai direktur dan Hj Sri sebagai komisaris.

Masalah timbul saat PT SJR menjalin kerjasama dengan Sivakumar Thakakaraipudur Palanisamy selaku bos Asa Internasional Trading Pte selaku pelapor, pada 2016 lalu.

Kedua perseroan ini bekerjasama bidang jual beli mente. PT SJR bertugas untuk melakukan pembayaran serta penjualan terhadap suplier dan langganan pelapor. Namun kepercayaan Suvakumar disalah gunakan oleh para pelaku.

Uang sebesar Rp 2,2 miliar hasil penjualan mente dari PT Indopar Dananika Jakarta pada Desember 2016, tidak disetorkan kepada Sivakumar selaku pemilik 100 ton mente yang telah terjual tersebut.

Menurut pengakuan terdakwa, uang tersebut dipergunakan untuk keperluan PT SJR tanpa sepengetahuan pemilik uang.

“Atas perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian sebesar Rp 2,2 miliar. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 dan 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP,” ujar jaksa membacakan berkas dakwaannya.

Atas dakwaan jaksa tersebut, pihak terdakwa bakal mengakukan bantahan (eksepsi) yang bakal dibacakan pada agenda sidang Selasa (17/10/2018) pekan depan.

“Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda eksepsi dari pihak terdakwa,” ujar ketua majelis hakim I Wayan Sosiawan sambil mengetukan palu tiga kali pertanda sidang ditutup.

Suasana sempat memanas ketika pihak keluarga terdakwa ditemui oleh sejumlah wartawan. Pihak keluarga terdakwa langsung bersikap aktif saat ditanya tanggapannya oleh wartawan terkait dakwaan jaksa yang baru didengarnya.

“Kita ini orang susah, dijebak, tidak usah dimuat-muat,” ujar salah satu pria yang mengaku sebagi suami terdakwa. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *