Diduga Menyimpang, Akses Baru Apartemen Balle Hinggil Dipersoalkan

oleh
Jembatan milik Balle Hinggil yang langsung terhubung dengan MERR II C.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Keberadaan jalan baru Apartemen Balle Hinggil yang bakal menembus pembatas jalan Middle East Ring Road (MERR II C) kembali menuai protes. Terbaru, protes disampaikan anggota DPRD Kota Surabaya, Sudirjo.

Sudirjo menuturkan, saat hearing dengan Kepala Dinas PU, Erna Purnawati membenarkan ada rekomendasi atas pembangunan jalan itu. Namun, akses ke Balle hinggil dibangun untuk kepentingan umum bukan menjadi milik pribadi apartemen.

Tapi nyatanya, jalan itu dibangun hanya berbentuk “U” atau seperti perputaran untuk menuju lobby Balle Hinggil. Bahkan jalan itu juga berada di atas jalan kampung Medokan Semampir.

“Ini jelas tidak sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan Pemkot Surabaya melalui Dinas PU Bina Marga dan Pematusan” tegas Sudirdjo, Kamis (26/4/2018).

Terkait rekomendasi itu, Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irwan Andeska mengatakan, izin jalan akses itu memang rekomendasi dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.

Sedangkan untuk Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), perizinannya tetap di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya.

“Rekomendasi yang dikeluarkan juga sudah ada bentuk denahnya. Sehingga pihak Balle Hinggil seharusnya lebih mematuhi rekomendasi yang ada” tegasnya.

Sesuai rekomendasi berupa gambar, akses masuk ke Balle Hinggil itu memang dari jalur MERR II-C menuju ke Balle Hinggil dan turun je akses jalan di Medokan Semampir arah ke SMAN 20 Surabaya. Namun kenyataannya, Balle Hinggil hanya membuat akses jalan pribadi yang berbentuk U di depan lobby-nya.

Sementara M Sholahudin, Ketua Karang Taruna Medokan Semampir RW 8 menegaskan, jika jalan yang dibangun Balle Hinggil itu sesuai gambar DED yang direkomendasikan Pemkot Surabaya, tentu sangat membantu warga.

Karena warga yang dari Jalan Ir Soekarno arah utara mau ke Jalan Semampir, bisa langsung turun lewat jalan di depan Balle Hinggil. Jadi tidak harus putar balik.

“Apalagi di kawasan itu ada SMPN, SMAN, RS Gotong Royong yang bisa diakses lebih cepat jika melalui jalan yang direkomendasikan. Anak sekolah diuntungkan, begitu juga dengan orang yang akan berobat,” ujar Sholahudin.

Sementara itu, Herry Sudibyo perwakilan managemen Apartemen Balli Hinggil menyatakan siap memenuhi rekomendasi perizinan yang dikeluarkan Pemkot dan instansi terkait. Nantinya jembatan itu, akan dibuka untuk umum.

“Pembangunannya akan menyesuaikan rekomendasi izin. Nanti jembatan akan menghubungkan akses jalan dari Jl. Soekarno menuju Medokan Semampir,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut Herry Sudibyo, dalam tahap pembangunan jembatan tersebut, memang belum bisa diketahui desain aslinya nanti. Untuk itu, pihak apartemen tidak akan berani menyimpang rekomendasi dan perizinan yang sudah di keluarkan instansi yang berwenang. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *