Digugat dan Dilaporkan Polda, Begini Modus Jeanny Gelapkan Duit Perusahaan Rp 8 Miliar

Direktur PT KM Dian Eko Rahardjo dan kuasa hukumnya, Onny Farid Priambada menunjukkan bukti laporan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (7/11).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sepak terjang Jeanny Tirajo menilap duit PT Kedungsari Multipack (PT KM), akhirnya terbongkar. Perempuan yang menjabat Sekretaris sekaligus Bendahara PT KM digugat ratusan miliar rupiah oleh perusahaan tempatnya bekerja selama ini karena dituding menggelapkan duit senilai total Rp 8 miliar.

Jeanny mengembat duit sebesar itu itu selama kurun waktu lima tahun, 2012 hingga 2017. Liciknya, Jeanny tidak sendirian dalam menjalankan aksi jahatnya itu.

Warga Bratang Binangun VI Surabaya itu dibantu suaminya, Andrew Komal dan ibunya, Lussy Tirajo. Modus yang digunakan Jeanny dan keluarganya pun cukup canggih.

“Dia menambah angka nominal yang ada pada Bilyet Giro tagihan yang sudah ditanda tangani penggugat (Direktur PT KM),” terang kuasa hukum PT KM, Onny Farid Priambada sambil menunjukkan bukti-bukti usai sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (7/11).

Onny menuturkan, kejahatan Jeanny mulai tercium saat dia mencairkan cek PT Kedungsari Multipack ke My Bank. Saat itu Jeanny mengajukan cek pembayaran untuk vendor ke PT KM sebesar Rp 40 juta dengan menggelembungkan nominal ceknya.

“Karena pencairannya besar, maka pihak bank menghubungi klien kami, lalu klien klarifikasikan ke Jeanny masalah itu dan dia mengakui kalau sudah dua tahun melakukan hal seperti ini,” ungkap Onny.

Atas peristiwa itu, penggugat akhirnya melakukan audit, dengan menghitung jumlah tagihan dan uang yang telah dikeluarkan perusahaan. “Saat diminta laporan keuangan, Jeanny berbelit-belit, hingga akhirnya klien kami melakukan audit dan hasilnya, Jeanny telah mencuri dan menggelapkan uang perusahaan yang nilainya sebesar Rp 8 miliar,”terang Onny.

Setelah diaudit, Jeanny menyangkal nilai uang yang diembatnya, Dia hanya mengaku hanya mengambil Rp 2,4 miliar. “Dan konyolnya, Dia pernah mentransfer ke rekening perusahaan sebesar Rp 200 juta dengan dalih pembayaran hutang,”sambung Jeanny.

Namun siasat untuk lepas dari pidana dengan membayar Rp 200 juta itu akhirnya tercium oleh penggugat. Uang itu dan pernyataan yang dibuat Jeanny digunakan sebagai bukti laporan ke Polda Jatim.

“Justru itu yang kami buat laporan ke Polisi, dan sekarang masih dalam tahap penyidikan,” terang Onny.

Adapun peran Andrew dan Lussy, kata Onny, sebagai penerima hasil kejahatan yang dilakukan Jeanny.

“Karena itu mereka juga kami jadikan tergugat dan laporkan pidana ke Polda dengan laporan turut serta melakukan kejahatan,” ujar Onny.

Selain gugatan perdata, PT KM juga menyeret perbuatan Jeanny beserta suami dan ibunya ke ranah pidana.

“Saya juga sudah melaporkan perbuatan mereka ke Polda Jatim, dengan tanda bukti lapor  Nomor : LPB/1111/IX/2017/UM/Jatim, tanggal 9 September 2017,” tegas Direktur PT KM Dian Eko Rahardjo dalam kesempatan yang sama.

Dari pantauan di PN Surabaya, persidangan gugatan perdata Nomor 799/Pdt.G/2017/PN.Surabaya yang diajukan Direktur PT Kedungsari Multipack ini sedang berlangsung dengan agenda mediasi yang dipimpin Hakim Maxi Sigerlaki. Namun persidangan mediasi itu tertunda karena hakim Maxi Sigerlaki sedang sidang perkara lain. (ady/gbi)