Dilaporkan Akbar Faisal ke Bareskrim, Elza Minta Perlindungan KPK

 

Berseteru: Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem, Akbar Faisal (kiri) tak terima namanya disebut pengacara Elza Syarief ikut menekan Miryam S Haryani untuk memberikan keterangan palsu terkait kasus korupsi proyek e-KTP.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kesaksian pengacara Elza Syarief dalam sidang terdakwa kasus pemberian keterangan palsu, Miryam S Haryani, Senin (21/8) membuat dirinya dilaporkan Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Akbar Faizal ke Bareskrim Polri, siang tadi (28/8). Atas laporan ini, Elza pun meminta perlindungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Laporan Akbar Faisal terhadap Elza tercatat dengan nomor LP/865/VIII/2017/BARESKRIM. Akbar menilai, kesaksian Elza tidak benar, berbau fitnah, dan pencemaran nama baik.

“Saat memberikan kesaksian palsu di bawah sumpah saksi, menyebut saya dan beberapa anggota DPR telah menekan Miryam. Itu tidak benar,” ucap Akbar di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (28/8).

Elza Syarief dilaporkan dengan Pasal 242 KUHP karena kesaksian palsu, pemberian kesaksian tidak benar menurut Pasal 22 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1990 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 317 dan Pasal 318 KUHP perbuatan fitnah, serta pencemaran nama baik pada Pasal 310 KUHP.

Akbar sejatinya  tidak kaget akan pernyataan Elza Syarief itu. Meskipun Miryam telah mencabut BAP. Karena hal itu dimulai saat adanya rapat kerja di Komisi III dengan membongkar banyak hal terkait korupsi terpidana M Nazaruddin.

“Kemudian terjadilah kasus ini (e-KTP), maka saya tidak heran ketika Miryam sudah cabut BAP dan membantah secara langsung pernyataan Elza, tapi Ibu Elza tetap bertahan, saya tidak heran sebenarnya,” ujar poltisi Partai NasDem ini.

Bekas Politisi Partai Hanura ini menyatakan, sempat melakukan somasi kepada Elza selama 3×24 jam setelah menyebut namanya saat memberikan kesaksian. Namun, hingga saat ini, Elza tidak memberikan respons apa pun.

“Waktu sudah jatuh tempo Sabtu kemarin tidak ada itikad baik. Makanya saya laporkan yang bersangkutan,” jelas Akbar.

Dilaporkan ke Bareskrim tak membuat Elza Syarief gentar. Ia menegaskan dirinya tidak akan mengubah kesaksiannya mengenai sejumlah anggota DPR RI yang diduga menekan Miryam. Nama Akbar Faisal masuk dalam daftar nama yang disebutkan Elza dalam persidangan.

“Tolong dibaca dialog saya dengan dia (Faisal), terkait somasi kepada saya untuk mencabut kesaksian saya di bawah sumpah. Saya tidak bersedia mencabut, karena itu adalah fakta,” kata Elza dikonfirmasi awak media, Senin, 28 Agustus 2017.

Elza mengungkapkan, sudah komunikasi dengan Akbar Faisal melalui pesan singkat. Ia sempat memperlihatkan somasi yang dilayangkan Akbar Faisal kepada dirinya.

Sebelumnya, dalam persidangan Miryam, Elza menyebut mantan koleganya di Hanura itu pernah cerita mendapat tekanan dari sesama anggota dewan dan dicap sebagai pengkhianat lantaran mengaku menerima uang korupsi e-KTP.

Dalam keterangan di BAP, Elza menjelaskan Ketua DPR Setya Novanto mengumpulkan sejumlah anggota DPR, di antaranya yakni, Miryam Haryani, mantan Ketua Komisi II DPR RI Chaeruman Harahap, Akbar Faisal, Markus Nari, dan Djamal Aziz, usai surat dakwaan itu bocor ke publik.

Dalam pertemuan itu, Miryam diadili dan disebut sebagai pengkhianat. Namun dalam persidangan pekan lalu, Elza memperbaiki keterangannya terkait Setya Novanto yang mengumpulkan sejumlah anggota DPR termasuk Miryam.

Mantan pengacraa Muhammad Nazaruddin ini mengaku sudah memberikan tanggapan atas somasi yang dikirim Faisal pada 22 Agustus lalu. Elza menegaskan tak bisa mencabut keterangannya, baik yang disampaikan kepada penyidik maupun saat bersaksi dalam persidangan Miryam.

“Besok saya akan ke kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), untuk verifikasi ancaman Akbar kepada saya dan untuk perlindungan saya sebagai saksi,” ujarnya.

Menurut Elza, Miryam sempat bercerita mengenai adanya tekanan dari sejumlah anggota DPR kepada dirinya. Kala itu, Elza mengaku meminta Miryam untuk tidak mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP), lantaran akan kena kasus memberikan keterangan palsu.

“Saya tetap pada prinsip kejujuran saya yg bertanggung jawab kepada Negara dan Allah SWT,” kata Elza.  (vin/nad)