Dimas Kanjeng Taat Pribadi Bantah Keterangan Saksi

oleh
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat menjalani persidangan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Surabaya, Rabu (5/9/2019). Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi.

Dalam sidang hari ini ada empat saksi yang dihadirkan. Mereka adalah Vijay, Jakarta Timur, Marno Sumarno Alias Abah Kholil, Atjeb Alias Abah Kalijogo dan Ratim Alias Abah Rohman. Empat saksi ini sudah dipanggil oleh JPU akan tetapi tidak hadir dalam persidangan.

Vijay dalam keterangannya menuturkan, ada tahun 2016 dirinya bertugas untuk menyakinkan peserta seminar untuk kepentingan Padepokan. Vijay juga menerima uang dari Dimas Kanjeng melalui rekening Bank BRI dengan total keseluruhan 1,79 miliar. Uang tersebut digunakan untuk membuka rekening Bank ICBC kepada 50 santrinya.

“Ke 50 santri diantaranya, Ir Suparman, Suryono dan Budianto yang mengetahuinya adalah saudara Taat Pribadi. Dimana saksi Vijay menerima uang dari Taat Pribadi untuk membuka rekening ICBC para santri tersebut,” ujar jaksa Novan Andrianto.

Novan menambahkan, uang tersebut sebagian digunakan untuk kegiatan seminar pada November 2014 yang bertempat di Hotel Grand Toufiq, serta untuk membayar Abah-Abah dan 10 Sales Profesial Girl atau SPG ICBC Bank sesuai perintah Kanjeng Dimas.

“Membayar sekitar 10 SPG yang seakan-akan menyerupai pegawai ICBC Bank di daerah Pekan Raya, Jakarta, masing-masing Rp 3juta. Dan masing-masing Rp 5 juta untuk membayar tujuh Abah-Abah sebagai Maha Guru,” imbuhnya.

Selanjutnya, tujuh orang Abah-Abah lalu diarahkan Kanjeng Dimas untuk mengaku seolah-olah sebagai maha guru untuk memperlancar aktifitas yang diadakan Padepokan.

Melalui saksi Vijay, lanjut Novan, abah-abah tersebut sudah disiapkanya baju garnis, kopyah dan tasbih yang digunakan untuk memperlancar aktifitas kegiatan Padepokan terkait perkara ini.

“Tujuh Abah-Abah itu yakni, Abah Abdurrohman, Abah Abdurrohim, Abah Soekarno, Abah Sudirman, Abah Sulaiman, Abah Nogo Bangkang dan Abah Nogo Sosro” ujar

Menaggapi keterangan saksi-saksi, terdakwa mengaku jika keterangan saksi-saksi yang dibacakan oleh JPU di bawah sumpah itu tidak benar. Ia berdalih jika saksi Vijay yang telah mengatur semuanya atas kegiatan seminar tersebut.

“Saya keberatan, semuanya itu bukan saya, semua yang mengatur itu Vijay teman saya” ujar terdakwa saat menanggapi keterangan saksi-saksi di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Anne Rosiana SH MH.

Selain 4 orang saksi tersebut, satu orang saksi yang meringankan yakni, saksi Yuda Sandi yang pada saat itu sebagai Sub Koordinator Padepokan Dimas Kanjeng.

Dari keterangan Yuda mengatakan, jika dirinya telah mengatahui perkara ini atas laporan saksi Muhammad Ali yang ditujukan kepada terdakwa terkait penipuan dan penggelapan sebesar Rp. 35 miliar yang digunakan sebagai dana talangan Padepokan Dimas Kanjeng.

Tak hanya itu, Yuda pria asal Palm Beach Blok F Surabaya ini menyakini jika terdakwa Dimas Kanjeng tidak bisa menggandakan uang.

“Kemampuan Guru saya, (Dimas Kanjeng – red) bisa menggandakan uang 100% itu tidak benar. Beliau hanya bisa mengadakan yang tidak ada menjadi ada, kun fayakun, saya yakini itu” ujar saksi Yuda dihadapan majlis hakim

Ia menambahkan, dari Kun Fayakun Dimas Kanjeng, tak hanya uang asli yang bisa dikeluarkan. Beberapa makanan seperti Buah dan Makanan siap saji bisa dikeluarkanya.

“Tak hanya uang yang dikeluarin, makanan seprti Soto, Anggur, Apel guru saya pernah mengeluarkanya seketika melalui kedua tanganya” ujar Yuda diiringi tawa oleh pengunjung persidangan.

Terkait barang bukti uang asli pecahan dollar yang sudah habis masa berlakunya sesuai keterangan Bank Indonesia (BI) dan pecahan uang dollar atas bawah 100 dollar dalamnya 1 dollar, Ia mengaku tak mengetahuinya.

“Saya tak tahu itu,” tambahnya.

Diakhir persidangan, majlis hakim sepakat untuk menggelar kembali pada pekan depan dengan agenda keterangan saksi lain. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *