Dimulai, Serangan Besar Merebut Kembali Mosul dari ISIS

Untuk menepiskan kecemasan akan konflik sektarian, hanya pasukan pemerintah Irak yang akan memasuki kota Mosul.

Untuk menepiskan kecemasan akan konflik sektarian, hanya pasukan pemerintah Irak yang akan memasuki kota Mosul.

GLOBALINDO.CO, BAGHDAD – Terjadi operasi militer besar-besaran merebut kota Mosul, Irak dari kelompok radikal ISIS dimulai. Perdana Menteri (PM) Irak Haider al-Abadi mengumumkan secara resmi dimulainya operasi tersebut.

“Waktu kemenangan telah tiba dan operasi membebaskan Mosul telah dimulai,” tegas PM al-Abadi dalam pertemuan dengan para awak media dan pengamat politik, seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (18/10/2016).

“Hari ini saya mengumumkan dimulainya operasi kemenangan untuk membebaskan kalian dari kekerasan dan terorisme Daesh (ISIS),” katanya.

“Kita memerangi ISIS di pinggiran Baghdad, dan syukurlah kita sekarang memerangi mereka di pinggiran Mosul, dan insya Allah pertempuran yang menentukan akan terjadi segera,” tutur pemimpin Irak tersebut.

Kota Mosul, terbesar kedua di Irak, telah lama berada dalam kekuasaan ISIS selama dua tahun terakhir. Operasi pembebasan Mosul ini merupakan operasi militer terbesar Irak sejak pasukan AS meninggalkan negeri itu pada tahun 2001.

Operasi militer ini telah melibatkan lebih dari 40 ribu tentara Irak dan Kurdi, yang mendapat dukungan udara dan darat dari koalisi 60 negara yang dipimpin Amerika Serikat. Operasi ini diperkirakan akan berlangsung berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Sebelum dimulainya operasi, pasukan Irak menjatuhkan selebaran-selebaran di atas wilayah Mosul, yang isinya menyerukan warga untuk tidak panik dan mengunci pintu dan jendela rumah mereka. Warga juga diserukan untuk menjauhi sejumlah wilayah Mosul dan menghindari tempat-tempat ISIS. (dt/nh)