Dinas PU Cipta Karya Kembali Gelar Sidak IMB

oleh
Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya,
Kabid Tata Bangunan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya, Awaludin saat Sidak di Jalan Manyar Kertoarjo.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Tata Ruang kembali menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kali ini Sidak dilakukan di sejumlah titik tempat usaha di Jalan Manyar Kertoarjo.

Dalam sidak hari ini, Kamis (22/9/2016) tim dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kemudian beberapa sub tim disebar dan menyusuri ruas Manyar kertoarjo arah Kertajaya Indah maupun menuju Kertajaya.

Ada beberapa tempat usaha kuliner yang didatangi, di antaranya Yung Ho, Restoran Layar, Hot Pot Town, kantor PP Properti, klinik kecantikan London Beauty Centre, dan lainnya.

“Dari hasil sidak hari ini ada satu rumah yang IMBnya untuk hunian ternyata dibuat perkantoran. Ini hasil sementara. Karena ini sifatnya operasi simpatik maka tidak kami berlakukan tindakan berupa denda atau lainnya,” papar Kepala Bidang tata Bangunan DCKTR Awaludin.

Awaludin menuturkan pihaknya menengarai kuat banyak bangunan yang menyalahi fungsi, tidak sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan yang ada.

“Kita minta mengurus perubahan fungsi IMB. Hari ini hibauan kami sampaikan dan hingga seminggu ke depan harus diurus,” tandasnya.

Himbauan mengurus fungsi IMB dikedepankan tim. Setelah himbauan tidak digubris, sanksi administrasi baru diberlakukan.

Selama sidak, kata Awaludin, timnya juga melihat syarat lain yang melekat pada tempat usaha. Yakni, Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Analisa Mengenai Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin), dikumen lingkungan.

“Dan khusus bangunan tempat usaha seluas lebih dari 500 meter persegi juga kami cek ada atau tidaknya rekom drainase, rekom lalu lintas, ketersediaan tempat parkir dan lainnya,” ulasnya.

Jika ada pelanggaran dan himbauan tidak digubris, menurut Awaludin, pihaknya menerapkan tahapan penindakan. Mulai panggilan, peringatan, hingga bantuan penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Payung hukum semua penindakan itu adalah Perwali 37/2012 tentang Sanksi Administrasi IMB,” tukasnya.

Awaludin menambahkan, operasi simpatik akan terus terus terus dilakukan tanpa batas waktu dan diacak, agar teman teman senang. Sasaran operasi berpindah. Ini lantaran potensi pelanggaran, terutama ketidaksesuaian fungsi sebagaimana dalam IMB cukup besar.

“Potensi pelanggarannya besar, meski sampai sekarang dinas kami belum memiliki data,” pungkas Awaludin. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *