Dinilai Sewenang-Wenang, Pintu Manajemen Apartemen Puncak Kertajaya Disegel Penghuni

oleh
Para penghuni Apartemen Puncak Kertajaya (APK) saat menyegel pintu manajemen.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kebijakan semena-mena manajemen Apartemen Puncak Kertajaya (APK), akhirnya mengundang amarah dari para penghuninya. Setelah memilih bersabar, ratusan penghuni APK siang tadi memutuskan untuk menyegel pintu utama kantor manajemen.

Tak hanya menyegel, mereka bahkan merantai pintu manajemen. Sebagian dari mereka di sebar untuk berjaga jaga di pintu depan sementara sebagian lainnya mngamankan pintu belakang.

Zaldi Ogawa, salah satu penghuni yang ikut aksi Jumat ( 09/03/2018 ) siang tadi, bahkan mengajak para penghuni melaporkan manajemen dan security ke Polrestabes surabaya.

“Apa di laporkan saja ke polrestabes. Mereka tidak kooperaktif dan tidak ada kerja sama untuk menyelesaikan masalah ini “, ajak Zaldi Ogawa.

Dari pantauan Globalindo.co, sejumlah tulisan menghiasan pintu depan manajemen. Salah satunya tertulis, “kantor badan pengelola Apartement Puncak Kertajaya kami tutup semntara sampai bisa bertemu dengan wakil pemilik”. Tulisan tersebut di tempel mengunakan lakban warna merah.

Tidak hanya itu, penghuni APK juga masih berjaga-jaga karna tidak ingin kecolongan oleh beberapa karyawan manajemen. Mereka ingin dipertemukan secara langsung dengan owner Apartemen Puncak Kertajaya.

“Kita ini sudah berkali kali di beri janji, tapi mereka ingkar terus. Mereka janji senin kemarin ( 05/03) di pertemukan dengan owner-nya. Sampai hari ini tidak nongol juga,” keluh penghuni APK lainya, Derry.

Pintu manajemen yang disegel oleh penghuni Apartemen Puncak Kertajaya.

Menurut Derry, kebijakan yang dibuat oleh manajemen Apartemen Puncak Kertajaya sangat merugikan bagi para penghuninya. Salah satunya soal akses masuk yang harus menggunakan finger print. Padahal, tidak sedikit penghuni yang memiliki lebih dari satu apartemen dan disewakan.

Warga APK lainya, Khoiriyah juga mengaku geram dengan beberapa kebijakan yang dibuat pihak manajemen. Diantaranya soal kenaikan tarif listrik dan air yang dinaikan secara sepihak.

“Mestinya penghuni di sini diajak bicara. Kita ini pemilik jadi mestinya pihak manajemen yang izin pada kita,” ujarnya ketus.

Selain kenaikan listrik dan air, Khoiriyah juga mengecam dikenakanya pajak yang dipungut setiap membayar listrik dan air. Apalagi, baik PLN maupun PDAM tidak ada kebijakan seperti itu.

“PLN saja tidak menaikan kok manajemen seenaknya bikin tarif sendiri. Aturan dari mana itu, kita juga gak bodoh bodoh amat kok,” geramnya.

Terpisah, ketika berusaha dikonfirmasi aksi penyegelan yang dilakukan oleh penghuni Apartemen pihak manajemen belum bisa dihubungi. Pesan singkat yang dikirim tidak terkirim, begitu juga saat dihubungi nomornya juga tidak aktif.

Untuk diketahui, aksi yang dilakukan penghuni apartemen APK sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Bahkan para penghuni juga Sudah mengadu ke Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan permukiman Cipta Karya Tata Ruang, Kota Surabaya. (bmb/gbi)

One thought on “Dinilai Sewenang-Wenang, Pintu Manajemen Apartemen Puncak Kertajaya Disegel Penghuni

  1. Keliatan jelas motif manajemen Puncak Kertajaya untuk terus bisa mengeruk keuntungan dari pengelolaan apartemen yg seharusnya sudah bisa diserahkan ke perhimpunan satuan penghuni rumah susun. Kalau sudah untung jangan serakah…. Malah rugi besar nanti…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *