Diperiksa 20 Jam, Dhani Akhirnya Dipulangkan

Ahmad Dhani pulang setelah menjalani pemeriksaan sekitar 20 jam sejak, Kamis (30/11) sore hingga Jumat (1/12) sekitar pukul 11.00 WIB.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Musisi Ahmd Dhani Prasetyo akhirnya boleh pulang Jumat siang (1/12), setelah menjalani pemeriksaan selama 20 jam. Keluar dari Mapolrestro Jakarta Selatan, tersangka kasus ujaran kebencian dan penistaan agama itu agaknya kapok untuk berbicara sembarangan lagi di depan publik.

“Mungkin saya mau jadi kayak Limbad (pesulap yang dikenal tak pernah bicara). Enggak ngomong,” katanya lalu menutup mulutnya dengan tangan. Selebihnya, bos Republik Cinta Manajamen ini menolak berkomentar apapun.

Sang istri, penyanyi Mulan Jameela, yang menjelaskan bahwa Dhani sedang lelah. “Kasihan, capek,” ucap Mulan.

Tim kuasa hukum Dhani, Habiburokhman, mengatakan bahwa atas kejadian ini pihaknya berharap agar kliennya bisa lebih berhati-hati lagi.

“Kami cuma mau mengingatkan Mas Dhani ya, kan ini nasihat sebenarnya bahwa Mas Dhani ini kan dari seniman ke politik, jadi mungkin menyesuaikan. Mungkin ketika berekspresi berbeda politik ya kan, jadi ada konsekunsi politik yang bisa bikin repot. Itu yang kami ingatkan untuk menahan diri,” katanya.

Kuasa Hukum Dhani yang lain, Hendarsam Marantoko, kliennya tidak ditahan.

“Tidak ditahan. Tidak dilakukan penahanan itu juga karena tim lawyer sudah maksimal berusaha berargumetasi meyakinkan penyidik juga bahwa Mas Dhani akan kooperatif ke depannya, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh KUHP,” katanya.

Ia mengatakan selama sekitar 20 jam pemeriksaan tadi setidaknya ada 27 pertanyaan yang dilontarkan penyidik terhadap kliennya.

“Semua ini sudah selesai kita tinggal menunggu proses lanjutan dari Polers Jakarta Selatan dari penyidik apakah perkara ini akan terus atau penyidik punya petimbangan lain,” kata Hendarsam.

Ia pun menjelaskan, selama menunggu proses lanjutan dari kepolisian terkait hasil pemeriksaan Dhani, pihaknya pun akan tetap kooperatif dengan para penyidik.

“Mas Dhani akan kooperatif ke depannya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh KUHP,” ujarnya. (vin/adi)