Diperlakukan Semena-Mena, Pengemudi Transportasi Online Gelar Unjuk Rasa

oleh
Pengemudi transportasi online saat menggelar unjuk rasa.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sekitar 50 pengemudi transportasi online hari ini menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (13/7/2018). Aksi tersebut merupakan kelanjutan aksi serupa yang dilakukan di depan Gedung Negara Grahadi pada pagi hari tadi.

Dalam orasinya, pengemudi moda transportasi online, baik R2 maupun R4, yang tergabung dalam aliansi Jatim Online Bersatu meminta agar para anggota DPRD Kota Surabaya membantu untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Provinsi maupun Pusat.

“Kami minta kepastian hukum bagi profesi yang kita jalani,” ujar salah satu orator di depan gedung DPRD Surabaya.

Sebagai sesama warga Surabaya, pengemudi transportasi online juga memiliki hak hidup dan bekerja yang sama. Oleh karena itu, mereka meminta anggota legislatif membantu perjuangan yang ditempuhnya saat ini.

“Kami juga punya hak untuk hidup dan bekerja demi keluarga, bukan asal hidup, kalau asal hidup, di hutanpun juga bisa, maka kami minta tolong kepada anggota DPRD untuk membantu perjuangan kami,” pintanya.

Sebelumnya, Daniel Lukas Rorong selaku salah satu tokoh aliansi Jatim Online Bersatu mengungkapkan bahwa aksi yang Ia lakukan bersama rekan-rekannya kali ini memiliki beberapa tuntutan kepada pemerintah terkait regulasi bagi moda transportasi online.

“Beberapa tuntutan diantaranya, kenaikan tarif per kilometer aplikator, anti monopoli (batasi taksi konvensional online), tolak suspend semena-mena dan minta evaluasi sistem zonasi,” tegas Daniel.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, beberapa perwakilan massa aksi tengah ditemui untuk berdiskusi bersama oleh Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *