Dipicu Isu Diskusi Komunis, Massa Kepung Kantor LBH

Kantor LBH

Memanas: Aparat kepolisian menjaga ketat Kantor LBH Jakarta di Jalan Diponegoro yang digeduruk massa. Aksi massa ini dipicu kegiatan diskusi bertajuk Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi” yang digelar LBH Jakarta dan YLBHI diangggap sebagai kegiatan komunisme terselubung.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta bergolak ketika tiba-tiba digeruduk sekelompok massa Minggu (17/9) malam. Sejumlah aktivis LBH beserta lansia dan anak-anak yang berada di dalam gedung ketakutan karena massa memaksa masuk dan berusaha menerobos penjagaan polisi.

“Di dalam ada teroris, jangan halangi kami masuk,” teriak massa.

Sementara itu, ratusan polisi yang berjaga di lokasi terlihat mengamankan gedung tanpa upaya membubarkan massa. Pantauan di lokasi, hingga pukul 23.30 WIB, semakin banyak massa yang berdatangan ke kantor LBH Jakarta di Jalan Diponegoro.

Salah pengacara publik LBH Jakarta, Citra, mengatakan, aksi massa disertai teriakan dan ancaman membuat orang-orang yang ada di dalam gedung, termasuk lansia dan anak-anak ketakutan. Apalagi, massa yang terus bedatangan mencoba mendobrak pagar Kantor LBH untuk menerobos masuk.

“Sampai pukul 23.00 ya mas, massa tambah banyak. Ini kasihan masih ada perempuan di sini,” tuturnya.

Citra mengaku bingung dengan aksi massa mendadak pada malam hari ini karena sebelumnya tanpa membuat pemberitahuan ke pihak kepolisian.

“Ini bingung. Massa tidak ada pemberitahuan aksi. Datang dengan teriak-teriak. Padahal, acara kita sudah selesai dari jam 21.00 tadi. Sampai sekarang masih ini mas,” kata Citra Minggu malam.

Aksi massa ini rupanya dipicu kegiatan diskusi LBH Jakarta dan YLBHI bertajuk “Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi”, pada Minggu (17/9) sore hingga malam. Massa memprotes acara diskusi tentang Sejarah 65 di Gedung YLBHI yang dianggap kegiatan PKI terselubung.

Massa pada hari sebelumnya, Sabtu (16/9) sudah menggelar aksi di Kantor LBH agar membatalkan acaar diskusi tentang peristiwa 1965 yang dianggap sebagai kegiatan PKI terselubung.

Namun Citra membantah keras tuduhan tersebut dan menyebut ada pihak yang sengaja menyebarkan isu hoax terkait kegiatan diskusi LBH.

“Mereka itu membuat berita bohong menuduh ini pertemuan PKI atau komunis,” kata Citra. Ia menjelaskan, kegiatan ini hanya diskusi biasa ‘Asik Asik Aksi’.

Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan kepolisian ihwal kegiatan ini. Demikian pula soal aksi massa yang tiba-tiba mengepung Kantor LBH, pihaknya sudah meminta polisi agar mengamankan dan membubarkannya.

Sebab, aksi mereka membuat peserta kegiatan diskusi di LBH tak bisa pulang.   “Ada polisi, tapi kayaknya enggak bisa berbuat apa-apa. Tolong kami. Ini banyak perempuan, dan lansia. Masih ada sekitar 50 orang di LBH,” ujar Citra. (dt/mun)