Ini Jurus Dirjen Perhubungan Darat Atasi Tingginya Laka Lantas di Jatim

Suasana di Terminal Purabaya, Jatim. Untuk menekan tingginya Laka lantas di Jatim, Dirjen Perhubungan Darat siapkan tim pemantau perusahaan awak bus.

Suasana di Terminal Purabaya, Jatim. Dirjen Perhubungan Darat menyiapkan sanksi tegas bagi perusahaan Armada bus yang terlibat Laka Lantas.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan RI mempersiapkan tim pemantau terhadap para perusahaan armada bus yang ada di Jatim.

Direktur Pembina Keselamatan Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan RI, Eddi menuturkan, tugas utama tim pemantau  melakukan monitoring terhadap perusahaan armada bus yang ada di Jatim, termasuk Surabaya.

“Tim pemantau ini dibentuk menyusul masih tingginya kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang melibatkan armada bus,” terang Eddi, Kamis (26/5/2016).

Eddi mengungkapkan, berdasarkan data Mabes Polri tercatat, sebanyak 161.244 kejadian laka lantas selama kurun 2015. Angka tersebut kian menambah jumlah korban jiwa sebanyak 28.297 jiwa.

Dari jumlah tersebut sekitar sepuluh persen diantaranya terjadi di Jawa Timur. Termasuk melibatkan armada bus dengan kondisi kesehatan maupun mental supir ugal-ugalan.

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan sanksi tegas berupa pencabutan perizinan operasional akan diberlakukan, terhadap PO armada yang masih terlibat laka lantas.

’’Kalau itu merupakan pelanggaran berat, pembekuan trayek sampai pencabutan izin operasional akan dicabut,’’ tegasnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan kota Surabaya ini menegaskan sanksi tersebut merupakan langkah kongkrit pemerintah terhadap kerap terjadinya laka lantas dengan melibatkan armada bus.

“Itu termasuk kami rekomendasikan di daerah,’’ imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut pemberlakuan aturan tersebut, sebanyak 20 perusahaan armada bus di Jawa Timur mengikuti sosialisasi yang digelar Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan RI tadi malam.

Nantinya tim pemantau juga bertugas mengatur proses kesiapan Dinas Perhubungan tingkat propinsi maupun kota, untuk kesiapan armada mudik lebaran.

Saat ini, sebanyak 4000 armada AKDP, 2000 AKP, dan armada bus pariwisata sebanyak 2000 unit tengah dipersiapkan. (bmb/gbi)