DirOps dan Bisnis Pelindo III Dibawa ke Mabes Polri

satgas Saber Pungli dari Mabes Polri, Polda Jatim dan Polres Tanjung Perak menyota satu komputer dan sejumlah dokumen dari ruang kerja Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III, Rahmat Satria yang juga ikut ditangkap, Selasa (1/11).

satgas Saber Pungli dari Mabes Polri, Polda Jatim dan Polres Tanjung Perak menyota satu komputer dan sejumlah dokumen dari ruang kerja Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III, Rahmat Satria yang juga ikut ditangkap, Selasa (1/11).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis (Dirops) Pelindo III berinisial RS yang ditangkap tim sapu bersih (Saber) Pungli akhirnya dibawa ke Mabes Polri. Mabes Polri memastikan mengambil alih penanganan kasus ini.

“Nanti hasil pemeriksaan ini semuanya, nanti Mabes Polri merilis semuanya,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (2/11/2016).

Hingga kini RS masih dalam status terperiksa. Ruang kerjanya digeledah tim Saber Pungli pada Selasa (1/11/2016). Saat ini RS sudah dibawa ke Jakarta.

“Masih menunggu dari Mabes Polri, nanti Mabes Polri yang rilis semuanya. Tadi pagi (RS) dibawa termasuk barang bukti seperti uang dan barang elektronik yang mendukung dugaan pungli,” kata Argo.

Meski kasus pungli diambil alih Mabes Polri, Polda Jatim dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak tetap melakukan pengembangan penyidikan. Polisi akan memastikan ada tidaknya keterlibatan orang lain dalam pungli terkait prosedur pemeriksaan peti kemas di pelabuhan.

“Kita tetap lakukan pengembangan dan semua kembangkan semua disini, hasilnya apa nanti Mabes Polri,” ujar Argo.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete sebelumnya mengatakan, uang yang diduga diterima RS berasal dari pungli terhadap pengusaha kontainer impor. Pungli diduga dilakukan sejak tahun 2014 dengan pungutan per satu kontainer berkisar Rp 500 ribu-Rp 2 juta.

Menurut Takdir, pungli ini dilakukan oleh AH, direktur PT Akara Multi Karya (AMK). AH lantas menyetor hasil pungli tersebut ke RS. Atas informasi dari AH, polisi menggeledah ruang kerja RS.

“Dari situ kami sita Rp 600 juta uang cash. Totalnya Rp 10 miliar dari kasus ini yang saat ini diamankan tim satgas,” kata Takdir.(dtc/ziz)