Disebut Terima Mahar Rp 10 Triliun, PDIP Polisikan Wartawan Senior

 

Ketua Bidang Hukum DPP PDI P, Trimedya Panjaitan dan jajaran pengurus lain melaporkan wartawan senior Hanibal Wijayanta ke Polda Metro Jaya, kemarin.

Ketua Bidang Hukum DPP PDI P, Trimedya Panjaitan dan jajaran pengurus lain melaporkan wartawan senior Hanibal Wijayanta ke Polda Metro Jaya, kemarin.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Isu mahar politik Rp 10 triliun yang diterima PDI Perjuangan dari calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuat kader banteng geram. PDIP melalui Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Trimedya Pandjaitan langsung melaporkan seorang wartawan Hanibal Wijayanta ke Polda metyro Jaya karena dituduh mencemarkan nama baik dengam menyebarkan isu tersebut.

Hanibal dilaporkan dengan Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 1 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kami bertemu Kepala Polda, Direktur Reserse Kriminal Umum, dan Direktur Reserse Kriminal Khusus,” ujar Trimedya Pandjaitan lewat pesan singkat, Kamis malam (6/10).

Trimedya mengatakan, Hanibal melalui akun facebook telah menyebarkan tuduhan tanpa bukti. Dalam status di facebook, Hanibal menyebut PDIP menerima mahar hingga Rp 10 Triliun dari Ahok untuk mengeluarkan tiket sebagai cagub DKI 2017.

Menurut Trimedya, keputusan melaporkan akun Facebook tersebut merupakan hasil rapat internal PDIP yang dipimpin Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Menurutnya, laporan ke polisi ini atas instruksi langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ia mengkonfirmasi foto Tanda Bukti Lapor PDIP ke Polda Metro Jaya yang tersebar secara berantai. Dalam laporan bernomor TBL/4841/X/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus bertanggal 6 Oktober 2016 itu, terdapat nama wartawan senior Hanibal Wijayanta sebagai pihak terlapor. (tp/gbi)