Dispendukcapil Minta 185 Penganut Aliran Kepercayaan di Surabaya Ajukan Permohonan e-KTP Baru

oleh
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Suharto Wardoyo.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) perkara Nomor 97/PPU-XIV/2016 tentang panganut aliran kepercayaan di e-KTP langsung direspon oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya.

Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait putusan MK tentang kolom agama yang dirubah Percaya pada Tuhan Yang MAha Esa terhadap pemilik e-KTP yang menganut aliran kepercayaan.

“Kami masih menunggu aturan resmi dari Kemendagri terkait putusan MK itu,” ujar Suharto Wardoyo, Kamis (5/4/2018).

Suharto Wardoyo menyebutkan, jumlah penduduk Surabaya per 5 April 2018 sebanyak 3.089.413 jiwa. Jumlah tersebut terbagi dalam enam agama dan satu aliran kepercayaan.

Rinciannya, Islam berjumlah 2.632.784, Kristen 279.596, Katolik 122.507, Hindu 8.448, Budha 45.325 dan Konghucu 568. Sedangkan aliran kepercayaan  berjumlah 185.

Menurutnya, nantinya 185 warga Surabaya yang tercatat mengikuti aliran kepercayaan bisa mengajukan permohonan di kecamatan masing-masing. Pengajuan didahuli dengan merubah Kartu Keluarga (KK) dan mendapatkan e-KTP baru sesuai petunjuk dari Kemendagri.

“Mekanismenya tetap sama tinggal nanti permohonan dulu,” terangnya.

Dia menambahkan, petunjuk teknis dari Kemendagri sebagai langkah untuk perwujudan e-KTP baru bagi penganut aliran kepercayaan. Melalui petunjuk Kemendgari tersebut nanti akan diketahui langkah untuk memberikan e-KTP baru bagi penganut kepercayaan.

“Apakah langsung dibuatkan baru atau menunggu perubahan dari penganutnya kita masih tunggu aturannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, penganut aliran kepercayaan nantinya akan mendapatkan e-KTP khusus yang berbeda dengan penganut 6 agama di Indonesia. Data sementara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada sekitar 138.000 penganut aliran kepercayaan di Indonesia.

Angka itu berasal dari 187 jenis aliran kepercayaan yang tersebar di 13 provinsi. Penghayat kepercayaan yang paling besar adalah Sunda Wiwitan yang berada di Jawa Barat. Kolom agama bagi penganut kepercayaan akan dirubah menjadi Percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *