Ditagih Tunggakan Sewa, Penghuni Rusunawa Urip Sumoharjo Lapor Dewan

oleh
Penghuni Rusunawa Urip Sumoharjo saat mendatangi gedung DPRD Kota Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sejumlah penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Urip Sumoharjo, hari ini mendatangi gedung DPRD Kota Surabaya, Rabu (3/7/2019).

Mereka mengadu pasca penagihan tunggakan sewa, melalui surat panggilan dari Pengadilan Negeri Surabaya sebagai pengacara negara Pemkot Surabaya. Surat panggilan itu tertanggal 2 Juli 2019.

“Penagihan ini sangat memberatkan warga,” ujar Ketua RW 14 Rusunawa Urip Sumoharjo, Masduki.

Masduki menuturkan, warga memiliki rumah di Rusunawa Urip Sumoharjo karena korban kebakaran tahun 1984. Permasalahan mulai timbul saat sebagian warga ingin membangun rusunawa tersebut.

“Saat mau kita bangun lagi tidak boleh karena mau dijadikan rusun percontohan di Surabaya,” ungkap Masduki.

Masduki juga mengatakan kalau saat menempati rusunawa tidak pernah ada perjanjian soal uang sewa. Apalagi sebelumnya juga tidak ada sosialisasi dari Pemkot Surabaya soal Perda yang memungut uang sewa.

“Kita tahunya saat ada penagihan lalu kita datang ke dinas pertanahan. Tidak jelas tagihan itu sejak kapan. Ada Rp 12 juta, Rp 14 juta, Rp 15 juta tidak jelas tunggakan itu mulai tahun berapa,” herannya.

Atas kasus itu, warga menuntut agar pemkot Surabaya memberikan keringanan kepada penghuni Rusunawa Urip Sumoharjo terutama yang menjadi korban kebakaran sebanyak 119 jiwa.

“Kita ingin Pemkot melakukan pemutihan atas tunggakan itu,” tegasnya.

Tidak hanya itu, dalam tuntutannya warga juga meminta agar pemerintah kota memberlakukan tarif sewa seperti rusunawa Penjaringan, Demak dan Sumbo. Dimana untuk tiga rusunawa tersebut hanya dikenai tarif mulai Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu.

“Kalau restribusi sewa Rusunawa Urip Sumoharjo mulai Rp 75 ribu sampai Rp 125 ribu,” imbuh Masduki.

Kedatangan penghuni Rusunawa di kantor DPRD Kota Surabaya diterima oleh Komisi A, yang menindak lanjutinya dengan rencana menggelar rapat dengar pendapat dengan pihak terkait. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.