Ditanya Senjata Mematikan, Komandan Brimob Tepis Tangan Wartawan

Komandan Korps Brimob Polri Inspektur Jenderal Murad Ismail memamerkan senjata impor Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46mm yang disebut berbahaya dan mematikan.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Sikap kasar ditunjukkan Komandan Korps Brimob Polri Inspektur Jenderal Murad Ismail. Karena menolak menjawab pertanyaan soal pembelian 5.392 amunisi mematikan, Murad sampai dua kali menepis tangan wartawan yang menyodorkan alat perekam kepadanya.

“Senjata itu bukan konsumsi kalian, itu konsumsi negara. DPR aja enggak ngomongin senjata,” kata Murad usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/10).

Sejurus kemudian, Murad bergegas pergi menuju mobilnya dan mengabaikan para wartawan yang masih berusaha mencoba bertanya soal senjata.

Polemik impor senjata dan amunisi Korps Brimbob Polri muncul setelah tertahannya kargo berisi senjata yang tiba dengan pesawat maskapai Ukraine Air Alliance, di Bandara Soekarno Hatta, pada Jumat (29/9) pukul 23.30 WIB.

Kargo itu berisi 280 pucuk senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46mm dan amunisi RLV-HEFJ kaliber 40x 46mm mencapai 5.932 butir. TNI menilai, amunisi yang hendak digunakan Korps Brimob itu membahayakan sehingga perlu diteliti lebih mendalam. (Baca: KASAD Enggan Komentari 5.392 Granat Mematikan Yang Dipesan Polri). (cni/gin)