Ditolak, Anggaran Pembangunan Tempat Limbah B3 Akan Dialokasikan untuk Pembangunan

oleh
Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi saat hearing dengan anggota DPRD Kota Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Anggaran pembangunan tempat penggelolaan limbah B3 sebesar Rp 60 milliar yang ditolak oleh DPRD Kota Surabaya, ahkirnya di alihkan ke program yang lain. Diantaranya untuk pendidikan, pembangunan gedung sekolah dan pemerintah.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, untuk pembangunan tempat limbah saat ini yang perlu dilakukan adalah melengkapi perizinan yang dibutuhkan.

“Perijinannya dulu setelah itu baru dianggarkan. Kalau sudah siap semua bisa dilaksanakan 2019 atau PAK di 2020,” terang Eri, saat ditemui di gedung DPRD Surabaya, Rabu (28/11/2018).

Dia juga menambahkan, untuk anggaran yang ada akan digunakan untuk pendidikan, sekolah maupun gedung pemerintah. Diharapkan pada tahun 2019 seluruh gedung sekolah di Surabaya sudah tidak ada yang kumuh.

“Satu dengan mengunakan barang dan jasa atau lelang maupun PL. Kedua kalaupun tidak ada penambahan kelas hanya pemeliharaan maka akan dilakukan dengan satgas,” ujarnya.

Terkait penggelolaan limbah, Eri menjelaskan, kemarin kita juga jelaskan bahwa kebutuhan tempat pengelolaan limbah B3 sebenarnya sangat dibutuhkan. Mengingat saat ini masih banyak limbah yang belum bisa dibuang.

“Amdalnya sudah lengkap sudah bisa dimasukan di anggaran PAK 2019, kan tinggal fisiknya saja,” papar mantan Kepala Dinas Cipta Karya ini.

Menurut Eri, dari pertemuan yang digelar anggota dewan selaku mewanti-wanti agar pemerintah kota melengkapi perizinannya. Termasuk izin dari pemerintah pusat.

“Kalau izin dari pusat sudah didapat, barulah diadakan penganggaran untuk kepentingan fisiknya.” pungkas Eri. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.