Dituduh Makar, Fahri Hamzah Dilaporkan ke Bareskrim

Dua pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon ada di barisan para [petinggi FPI dalam aksi demonstrasi 4 November lalu. Fahri dilaporkan ke Bareskrim Polri karena dianggap melakukan percobaan makar dengan menghasut massa untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Dua pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon ada di barisan para [petinggi FPI dalam aksi demonstrasi 4 November lalu. Fahri dilaporkan ke Bareskrim Polri karena dianggap melakukan percobaan makar dengan menghasut massa untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) melaporkan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ke Bareskrim Polri, Rabu (9/11). Fahri dituduh sebagai provokator  dalam aksi massa, 4 November 2016 dan upaya makar terhadap pemerintah.

Anggota BaraJP Bilgaldo Sinaga mengatakan, Fahri yang juga ikut dalam aksi demonstrasi itu sempat menghasut massa dengan membeberkan cara untuk menjatuhkan presiden. Pertama, lewat parlemen ruangan; Kedua, lewat parlemen jalanan.

Bigaldo Sinaga menilai, pernyataan tersebut berbahaya bagi pemerintahan. Menurutnya, pernyataan Fahri sudah bisa dikategorikan upaya makar dan percobaan kudeta.

“Akibatnya, banyak teriakan di sana yang saat mendengarkan orasi untuk menyerukan turunkan Presiden Jokowi. Akibatnya, massa yang harusnya bubar pukul 18.00 WIB sesuai UU (justru) tetap bertahan hingga sampai dini hari, bahkan berkeinginan menduduki Gedung DPR,” ujar Bilgaldo, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (/11).

Terkait pernyataannya itu, Bilgaldo mengatakan, Fahri dianggap melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan Pasal 110 KUHP pemufakatan untuk makar. Bigaldo mengatakan, sebagai anggota DPR, Fahri seharusnya menunjukkan sikap yang arif, menjaga kesatuan bangsa dan menjaga nilai-nilai kebhinekaan.

“Sayangnya dia serampangan memutarbalikan fakta dengan bahasa yang sangat provokatif dengan menuduh Presiden Jokowi melakukan penghinaan terhadap ulama, melakukan tuduhan Presiden Jokowi telah membiarkan penista agama, melindungi penista agama, dan juga telah menuduh Presiden Jokowi seolah-olah Jokowi harus dilengserkan,” katanya.

Selain itu, kata Bilgaldo, Fahri juga mencoba memberi jalan kepada demonstran untuk memasuki Gedung DPR. “BaraJP memandang ini berbahaya sekali,” ucapnya.

Bilgaldo mengatakan, pihaknya sudah membawa print out berita dari dua media sebagai barang bukti. Selain itu, pihaknya juga membawa rekaman pernyataan yang disampaikan Fahri saat itu. (kc/gbi)