Dituntut 8 Tahun, Mantan Gubernur Sumut Tercekat

Mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti termenung mendengarkan jaksa membacakan tuntutan pada sidang kasus korupsi dana hibah Pemprov Sumut  2012 dan 2013 Rp 4,034 miliar.

Mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti termenung mendengarkan jaksa membacakan tuntutan pada sidang kasus korupsi dana hibah Pemprov Sumut 2012 dan 2013 Rp 4,034 miliar.

GLOBALINDO.CO, MEDAN – Mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dituntut delapan tahun penjara. Gatot juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 2,8 miliar subsider empat tahun jika tidak bisa membayarnya. Juga harus membayar denda 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rehulina Purba mengatakan, pihaknya menuntut terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Meminta kepada majelis hakim menghukum terdakwa Gatot Pujo Nugroho selama delapan tahun penjara, denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan,” ucap JPU Viktor di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (10/11).

JPU mengatakan, terdakwa Gatot melakukan korupsi dengan menerbitkan peraturan gubernur terkait proses penganggaran dana hibah dan bansos melalui evaluasi di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Sumut.

Gatot juga meminta SKPD di Pemprov Sumut untuk menampung permohonan sejumlah lembaga penerima bansos yang ditunjuknya.

Bahkan, jelas JPU, dalam proses pencairan dana tersebut, tidak dilakukan verifikasi terhadap 17 lembaga penerima hibah dan bansos yang jumlahnya mencapai Rp2,8 miliar.

Sidang lanjutan kasus korupsi dana hibah Pemprov Sumatera Utara 2012-2013 senilai Rp 4 miliar digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (10/11) setelah sempat ditunda hampir sebulan. Penundaan itu karena ketua majelis hakimnya pergi ke luar negeri.

Selama mendengarkan tuntutan jaksa, Gatot terlihat sering termenung. Saat ditanya langkah hukumnya, Gatot menyatakan akan menyampaikan pembelaan (pledoi).

Usai sidang, Gatot tak mau berkomentar apapun. “No comment ya…” katanya singkat sambil berjalan keluar ruang sidang. (ant/gbi)