Dituntut 9 Tahun, Airmata Dewie Limpo Tumpah

No comment 314 views
Tangis Anggota Komisi VII DPR RI, Dewie Yasin Limpo  pecaqh usai mendengar dirinya dituntut 9 tahun penjara dalam kasus suap proyek listrik di Kabupaten Deiyai.

Tangis Anggota Komisi VII DPR RI, Dewie Yasin Limpo, pecah di Pengadilan Tipi usai mendengar dirinya dituntut 9 tahun penjara dalam kasus suap proyek listrik di Kabupaten Deiyai.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Dewie Yasin Limpo dituntut 9 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai, adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo itu terbukti menerima suap SGD 177.700 atau sekitar Rp 1,7 miliar dalam kasus suap proyek pembangunan pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Papua.

Duit tersebut diterima Dewie dan stafnya, Bambang Wahyu Hadi dari Kepala Dinas Kabupaten Deiyai Irenius Adi serta pengusaha Setiyadi Jusuf, melalui Rinelda Bandaso.

“Kami meminta majelis hakim memberikan hukuman 9 tahun pidana kepada terdakwa I (Dewie) dan terdakwa II (Bambang) karena terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama,” ujar jaksa penuntut umum dari KPK, Kiki Ahmad Yani, di ruang sidang Kartika 2, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (16/5).

Mendengar tuntutan itu, Dewie Yasin tak sanggup menahan tangisnya. Nampak beberapa kali Dewie mengusap air mata yang  mengalir ke pipinya.

Usai sidang, Dewie berkilah apa yang diajukannya dalam proyek pembangunan pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Papua adalah untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Proyek ini disokong anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 50 miliar.

“Saya memperjuangkan aspirasi rakyat, tapi saya harus dipenjara seperti ini. Sangat tidak adil rasanya,” ujar Dewie usai persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (16/5).

Politisi Partai Hanura itu pun tak terima dengan tuntutan jaksa. Dewie menyatakan akan mengajukan nota pembelaan dalam persidangan berikutnya.

Ia bersikeras, dirinya tidak melakukan korupsi sebagaimana didakwa Jaksa. “Yang jelas saya tidak merugikan negara. Saya tidak korupsi. Saya bukan koruptor. Saya hanya memperjuangkan aspirasi rakyat,” kata Dewie. (lpn/gbi)