Divonis 7 Bulan Penjara, Keiko Mengaku Menyesal

oleh
Keiko saat menjalani persidangan di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang ratu prostitusi Yunita alias Keiko kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/10/2018). Agenda sidang kali ini adalah pembacaan vonis yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Maxi Sigarlaki.

Dalam putusannya, mejelis hakim memvonis Keiko dengan hukuman 7 bulan penjara. Keiko dinilai melanggar pasal 296 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada Yunita alias Keiko selama tujuh bulan dikurangi masa tahanan,” ujar Madi saat membacakan vonis.

Atas vonis itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R Paembonan masih pikir-pikir. Sebab, sebelumnya wanita yang mempunyai nama lain Swan Love alias Jen Swan alias Madaam Love ini dituntut 1 tahun penjara.

Mendengar tuntutan itu, Keiko yang mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara lisan itu mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi.

“Saya sangat menyesal dan berjanji tidak melakukan hal ini lagi,” pinta Keiko di hadapan mejelis hakim.

Seperti diketahui, Keiko ditangkap Polda Jatim pada 7 Mei 2018 pukul 12.00 di Hotel Malibu Surabaya. Petugas menangkap anak buah Keiko saat check in di hotel.

Ada empat anak buah Keiko yang tertangkap. Dari mereka kemudian terungkap nama Kiko. Dalam operasinya Kiko menawarkan anak buahnya secara online dengan tarif Rp 2 juta hingga Rp 4 juta untuk sekali kencan. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *