Divonis Nihil, Kanjeng Dimas Tersenyum

oleh
Taat Pribadi sesaat sebelum menjalani persidangan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Terdakwa kasus penipuan Taat Pribadi hari kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (5/12/2018). Agenda sidang kali ini adalah pembacaan vonis terhadap pria yang akrab disapa Dimas Kanjeng tersebut.

Amar putusan dengan terdakwa Dimas Kanjeng ini, dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (5/11). Dalam pertimbanganya hakim menyebutkan, Dimas Kanjeng secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama,” ujar Anne.

Sebelum menjatuhkan vonis, Hakim Anne menjelaskan, bahwa sebelum kasus ini terdakwa sudah menjalani vonis penjara untuk kasus pembunuhan selama 18 tahun penjara dan kasus penipuan selama 3 tahun penjara.

“Terdakwa telah menerima hukuman penjara secara akumulatif menjadi 21 tahun,” ujarnya.

Anne menyatakan sesuai dengan pasal Pasal 66 ayat 1 yang berbunyi dalam gabungan dari beberapa perbuatan. Akan tetapi jumlah hukumannya tidak boleh melebihi hukuman yang terberat sekali ditambah dengan sepertiganya.

“Undang-undang secara komulatif tidak memperbolehkan hukuman melebihi dari 20 tahun. Oleh karena itu menjatuhkan pidana pada terdakwa “Nihil”. Pada terdakwa dan jaksa penuntut umum, dipersilahkan untuk memberikan jawaban atas vonis ini, maksimal 7 hari,” ujar Hakim Anne.

Mendengar vonis ini, Dimas kanjeng pun terlihat tersenyum. Sebab hakim menjatuhkan pidana penjara “Nihil” alias tidak ada, meski ia telah melakukan penipuan dengan kerugian Rp 10 miliar. Bahkan Taat Pribadi langsung menerima keputusan tersebut.

Jawaban berbeda disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum Rakhmat Hari Basuki. Ia menyatakan akan mengajukan banding terkait dengan vonis tersebut. “Saya akan ajukan banding,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, jaksa menuntut Dimas kanjeng selama 4 tahun penjara. Dimas dituntut terkait kasus dugaan penipuan senilai Rp 10 miliar kepada korbannya, Muhammad Ali. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *