Donald Trump Hapus Rencana Pelarangan Imigran Muslim, Pangeran Saudi Senang

donald-trumpGLOBALINDO.CO, WASHINGTON – Kejutan dan kontroversi kian melekat pada sosok Donald Trump yang telah memenangi Pilpres Amerika Serikat. Pasca terpilih, Trump kembali mengejutkan dengan menghapus usulannya terkait pelarangan imigran muslim masuk Amerika Serikat. Usulan itu hilang dari situs resmi tim kampanye Trump.

Selain proposal Trump yang ingin melarang warga muslim masuk Amerika Serikat, keinginan Trump untuk membatalkan Paris Climate Agreement juga lenyap.

Tautan usulan Trump yang dibuat pada 7 Desember dengan judul “Donald J. Trump statement on Preventing Muslim Immigration” itu hilang bersama dengan daftar nama-nama hakim Mahkamah Agung yang pernah diumumkan diincar untuk dipilih oleh Trump.

Tak hanya itu, tautan tentang rencana perbaikan regulasi ekonomi dan pertahanan AS juga dipastikan tak lagi ada. Tim kampanye Trump hinga kini belum menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan warga AS di situs tersebut.

Tautan-tautan itu diperkirakan dihapus pada pemilu berlangsung, ketika Trump mencatat sejarah karena diumumkan berhasil mengalahkan Hillary Clinton.

Dihapusnya butir proposal Trump tentang pelarangan warga Muslim masuk Amerika Serikat itu dipuji Pangeran Arab Saudi, Al-Waleed bin Talal.

Dalam wawancaranya dengan CNBC, Al-Waleed menyebut Trump juga telah menghapus komentar sinisnya kepada kaum muslim yang pernah diunggah dalam akun twitternya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepadanya karena telah menghapus kalimat-kalimat itu. Kata-kata dengan sikap adalah hal yang berbeda,” kata Al-Waleed seperti dikutip Reuters.

Jika pernyataan tentang kaum muslim telah dihapus dari situs resmi kampanye Trump, maka ada beberapa rencana kebijakannya yang masih tetap berada di dalam situs tersebut.

Salah satunya adalah tentang rencana membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko, dan meminta Meksiko untuk membayar pembangunan tembok tersebut.

Kejadian penghapusan pernyataan ini terbilang telah beberapa kali dilakukan oleh tim kampanye Trump tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.(dtc/ziz)