Donald Trump Perang Melawan Geng Mara Salvatrucha, 214 Ditangkap

Presiden Amerika serikat, Donald Trump.

GLOBALINDO.CO, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengobarkan bendera perang dengan geng Mara Salvatrucha (MS-13) yang dikenal berbahaya.

Dalam operasi bernama ‘Operation Raging Bull’ yang dipimpin oleh Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE), tercatat sudah ada 214 anggota geng MS-13 yang ditangkap. Separuh dari mereka yang ditangkap diduga melanggar aturan imigrasi yang berlaku di Amerika Serikat. Sekitar 93 orang lainnya diduga melakukan pelanggaran hukum kriminal federal, termasuk pembunuhan, perampokan, narkoba dan pemerasan.

Dari 214 anggota geng yang ditangkap, 16 orang di antaranya merupakan warga negara AS dan 198 orang lainnya merupakan warga negara asing. Kemudian dari 198 warga negara asing, sebanyak 135 orang berasal dari El Salvador, Amerika Tengah, sisanya dari Honduras dan Meksiko.

(Baca Juga: Bos Majalah Porno Buka Sayembara Memakzulkan Donald Trump Berhadiah Rp 132 M)

Operasi yang digelar antara 8 Oktober hingga 11 November ini merupakan bagian dari operasi gabungan dengan otoritas El Salvador, yang merupakan wilayah asal MS-13. Pada September lalu, otoritas El Salvador mengumumkan penangkapan 53 anggota geng MS-13.

“Dengan lebih dari 10 ribu anggota tersebar di 40 negara bagian, MS-13 menjadi salah satu organisasi kriminal paling berbahaya di Amerika Serikat saat ini,” kata Jaksa Agung Amerika Serikat, Jeff Sessions dalam pernyataannya.

“Itulah mengapa saya memerintahkan satuan tugas pemberantasan narkoba kita untuk menggunakan setiap aturan hukum yang ada untuk menangkap, mengadili, menghukum dan membekukan aliran dana untuk MS-13. Dan kita mendapatkan hasilnya,” imbuhnya.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (17/11/2017), MS-13 atau kelompok Mara Salvatrucha dibentuk di Los Angeles tahun 1980-an untuk melindungi para imigran yang kabur dari perang sipil di El Salvador. Namun pada perkembangannya, kelompok ini tumbuh menjadi organisasi kriminal lintas perbatasan.

Geng MS-13 banyak tersebar di wilayah AS juga Amerika Tengah. Presiden AS Donald Trump telah bersumpah akan memberantas geng-geng kriminal di AS, khususnya MS-13. Trump juga menyebut anggota geng kriminal itu sebagai binatang dan preman.

“Kami belum selesai. Kami tidak akan berhenti hingga kami sungguh-sungguh membubarkan organisasi ini. Presiden Amerika Serikat telah menjadikan hal ini sebagai prioritas dan ICE bergabung bersamanya dalam hal ini. Jadi kami akan terus memeriksa setiap anggota yang ditangkap, setiap pemimpin dan setiap asosiasi terkait geng kriminal ini,” tegas Wakil Direktur ICE, Tom Homan.(dtc/ziz)