Donlad Trump Usir Ribuan Imigran Liberia dari Amerika Serikat

oleh
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

GLOBALINDO.CO, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan surat pengusiran bagi ribuan imigran Liberia. Trump memutuskan untuk mengakhiri status perlindungan bagi ribuan imigran Liberia itu.

Seperti dilaporkan AFP, Rabu (28/3/2018), Donald Trump memberikan waktu satu tahun kepada para imigran Liberia untuk meninggalkan Amerika Serikat.

Kebijakan pengusiran itu merupakan langkah terbaru yang serupa, setelah lebih dari 250.000 warga Salvador, Haiti, dan Nikaragua kehilangan status perlindungan selama pemerintahan Trump.

Warga Liberia tiba di Negeri Paman Sam pada 1991, ketika negara Afrika Barat tersebut dilanda konflik perang saudara. Kemudian pada 1999, sekitar 10.000 dari mereka memenuhi syarat untuk penundaan pemulangan oleh pemerintahan presiden Bill Clinton.

(Baca Juga: Presiden Trump Siap Deportasi 3 Juta Imigran Ilegal dari AS)

Era presiden George W Bush dan Barrack Obama, status mereka diperbarui secara berkala. Namun, Trump memutuskan untuk mengakhiri perizinan itu dan menganggap Liberia telah aman untuk mereka tinggali.

Masa tenggang status perlindungan warga Liberia di Amerika Serikat akan berakhir pada 31 Maret 2018. Melalui surat yang ditujukan kepada Kementerian Keamanan Dalam Negeri, Trump memberikan waktu 12 bulan bagi warga Liberi untuk mempersiapkan pemulangan mereka.

“Melalui konsultasi dengan lembaga eksekutif dan terkait serta penasihat saya, saya telah mendapat informasi bahwa kondisi di Liberia telah membaik. Liberia tidak lagi mengalami konflik bersenjata dan telah membuat kemajuan signifikan dalam memulihkan stabilitas dan pemerintahan yang demokratis,” tambahnya.

Seperti diketahui, rakyat Liberia baru saja menyambut terpilihnya presiden baru, George Weah, yang juga mantan penyerang klub sepak bola AC Milan dan Paris St Germain. Weah berjanji akan memotong seperempat gajinya untuk dialihkan ke anggaran pembangunan, di tengah situasi negara yang sedang menghadapi kebangkrutan.

“Perekonomian kita rusak, pemerintah kita bangkrut, mata uang kita jatuh bebas, inflasi meningkat,” katanya, pada Januari lalu.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *