DPR Siapkan Kekuatan Polri Tundukkan KPK

No comment 163 views

Ilustrasi perseteruan KPK dan DPR RI terkait penuntasan kasus korupsi e-KTP.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – DPR RI telah merancang kekuatan bersama Polri untuk menundukkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu menyusul kengototan KPK menolak menghadirkan Miryam S Haryani dalam sidang Pansus Hak Angket yang digelar Senin (19/6/2017) hari ini.

Sebelumnya, Pansus Hak Angket DPR telah melayangkan surat pemanggilan mantan Anggota Komisi II DPR, Miryam S Haryani untuk dimintai keterangan soal surat pernyataannya. Akan tetapi, pemanggilan Miryam ditolak oleh KPK.

“Kami akan bacakan surat tersebut (surat KPK tak bisa menghadirkan Miryam) dalam persidangan hak angket aan kemudian tentu saja kami akan kirimkan pemanggilan yang kedua,” kata anggota Pansus Hak Angket KPK, Bambang Soesatyo.

Pansus akan menjadwalkan pemanggilan kedua terhadap Miryam. Jika panggilan tak dipenuhi sebanyak tiga kali, maka Pansus akan menggerakkan kekuatan Polri untuk melakukan penjemputan paksa.

(Baca Juga: Ratusan Pakar Hukum Tata Negara Sebut Angket DPR Illegal dan Bermodus Serang KPK)

Bambang mengatakan, aturan soal pemanggilan paksa selain diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 juga tercantum dalam Pasal 204 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA) wajib memenuhi panggilan panitia angket.

“Jika tidak memenuhi panggilan tiga kali berturut-turut, maka Panitia Angket bisa meminta bantuan Polri untuk memanggil paksa,” ujar Politisi Partai Golkar itu.

Oleh karena itu, Pansus Angket KPK menanggapi santai pernyataan KPK yang tak memberikan izin kepada Miryam untuk datang ke DPR dan memberikan pernyataan kepada Pansus.

“Kami santai saja. Kami hanya melaksanakan tugas berdasarkan konstitusi UUD 1945 dan UUMD3. Bagi yang tidak setuju, ya silakan amandemen UUD 1945 dan revisi UU MD3,” kata Bambang.

Seperti diketahui, Ketua KPK Agus Rahardjo telah menyatakan tidak akan mengizinkan Miryam S Haryani untuk memenuhi panggilan Pansus Hak Angket KPK.

“Enggak-enggak, jawabannya tadi sudah disiapkan,” kata Agus, saat ditemui di acara pertemuan koordinasi PPATK dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan pihak pelapor profesi, di kantor PPATK Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017).

DPR telah mengirim surat ke KPK pada 15 Juni 2017. Surat terkait permintaan menghadirkan Miryam itu ditujukan kepada Ketua KPK.

Dalam surat tersebut, Pansus Angket KPK meminta agar Miryam dihadirkan pada Senin (19/6/2017), pukul 14.00. Surat ditandatangani Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Miryam diketahui diminta Pansus untuk hadir guna dimintai keterangan terkait surat yang dikirim kepada pansus melalui anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu.

Dalam surat tersebut, Miryam membantah telah ditekan oleh sejumlah anggota Komisi III saat memberi keterangan kepada KPK.(kcm/ziz)