DPU CKTR Bantah Akan Lakukan Sweeping IMB

No comment 282 views
Moh Awalufin Arif

Kabid Tata Ruang DPU CKTR Kota Surabaya, Moh Awalufin Arif.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kabar kurang sedap menerpa Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (DPU CKTR). Salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Surabaya itu, dikabarkan melakukan sweeping IMB di seluruh perumahan di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik .

Kabar yang beredar di pemerintah kota sweeping akan digelar pada 15 Oktober – 15 Desember oleh bagian Tata Kota Surabaya. Akibatnya, DPU CKTR sejak beberapa hari lalu kebanjiran pertanyaan baik dari pengembang (developer) maupun warga Surabaya.

Dikonfirmasi tentang kabar tersebut, Kabid Tata Ruang DPU CKTR Kota Surabaya, Moh Awaludin Arif secara tegas membantahnya. Awaludin mengaku, dia mengetahui kabar itu dari grup What’s App (WA).

“Informasi tersebut aku dapat dari group WA. Baik group kuliah maupun group lainny. Aku juga dapat dari istriku, makanya banyak temen tanya ke saya semua,” ujar Awaludin, Rabu (12/10/2016).

Untuk pejabat di lingkungan Pemerintah Kota, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan, Yusron Sumartono juga turut tanya pada dirinya. Ada pula Kasi Pemetaan, Kartiko.

Menurut dia, isu tersebut ssekarang sudah menyebar di luar pemkot. Namun ia kembali memastikan isi kabar tersebut tidak benar. Sebab kata-kata yang digunakan banyak yang tidak benar.

“Seperti bagian Tata Kota kan sudah tidak ada, kedua soal wilayah, Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan ketiga soal denda, sepuluh kali untuk rumah tinggal dan dua puluh kali untuk non rumah tinggal, padahal tidak seperti itu,” paparnya.

Namun Awaludin memandang ada sisi positif dengan adanya berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan sumbernya itu. Diantaranya, masyarakat jadi tahu sehingga mereka bisa ramai-ramai mengurus IMB.

“Jadi tidak benar kalau pemkot seperti itu. Dari namanya saja sudah salah karena yang menangani IMB PU Cipta Karya bukan tata kota, ” jelasnya.

Untuk diketahui, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya saat ini memang sedang gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perkantoran.

Sidak ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terkait banyaknya bangunan yang belum memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Surabaya. Salah satunya seperti di kawasan Dharmahusada, Kecamatan Gubeng, Jumat (16/9).

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang mendatangi sekitar 25 bangunan perkantoran. Hasilnya, dari 25 titik yang disidak, ada lima bangunan perkantoran belum memiliki ijin perubahan peruntukan. Awalnya, dari rumah tinggal atau ruko diubah menjadi perkantoran hingga restoran.

Dari data yang ada, sekitar 60 persen bangunan di Surabaya belum memiliki IMB. Bangunan ini tersebar di seluruh Surabaya, khususnya kawasan Barat yang banyak bangunan baru dan belum memiliki IMB. (bmb/gbi)