Drama Kopi Sianida, Jessica Menangis Bacakan Pledoi 4005 Halaman

sidang-jessicaGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Drama kasus kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso terus bergulir. Titik akhir belum juga tampak. Kali ini, babak baru pembacaan pledoi digelar di Pengadilan Negeri, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.

Terdakwa Jessica Kumala Wongso menangis membacakan nota pembelaan setebal 4005 halaman. Jessica pun lelah. Sidang terpaksa ditunda. Tersisa 150 halaman pledoi yang belum terbaca.

Ketua Majelis Hakim, Kisworo akhirnya memutuskan sidang dilanjutkan Kamis (13/10/2016) hari ini. Kisworo mempertimbangkan waktu yang kian larut dalam malam dan terdakwa yang lelah.

Persidangan Rabu (12/10/2016) malam diawali aksi Jessica Wongso membacakan pembelaan yang ditulisnya sendiri. Dia terus berurai air mata saat mengungkapkan awal pertemuannya dengan Mirna hingga tewasnya Mirna setelah meminum kopi yang dibelinya.

Tangisan Jessica kian menjadi ketika dia dihakimi dan keluarganya terpojok menyusul kematian Mirna. Tidak hanya itu, Jessica Wongso curhat tentang kehidupannya di sel gelap hingga ‘ancaman’ vonis mati apabila tidak mengaku meracuni sahabatnya itu.

Selain Jessica Wongso, kuasa hukumnya yang dikomandani Otto Hasibuan menyampaikan 4005 halaman pledoi. Namun tidak semua pembelaan tersebut dibacakan, hanya 300 halaman. Pada sidang kemarin, pledoi yang sudah dibacakan baru separuhnya. Padahal, waktu sudah larut malam. Sidang kemudian dilanjutkan hari ini sekitar pukul 09.00 WIB.

Menanggapi Jessica Wongso yang berderai air mata, Jaksa Artijo menegaskan pledoi terdakwa tidak akan mempengaruhi tuntutan 20 tahun dari jaksa. Pledoi Jessica Wongso, menurut Ardito, hanya curhat belaka.

Pledoi Jessica Wongso belum selesai dibacakan. Melihat waktu yang sudah larut dan Jessica yang terlihat kelelahan, pembacaan pledoi dilanjutkan keesokan harinya.

“Ini sudah larut dan kalau kita lihat terdakwa juga sudah mulai lelah,” kata Ketua Majelis Hakim Kisworo saat menutup persidangan di Pengadilan Negeri, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016) malam.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (13/10) pukul 09.00 WIB dengan agenda melanjutkan pembacaan nota pembelaan penasihat hukum.

“Pada hari ini kita cukupkan sampai di sini. Pembelaan penasihat hukum belum selesai dibacakan. Akan dilanjutkan besok pagi pukul 09.00 WIB untuk melanjutkan pembacaan nota pembelaan dari penasihat hukum,” ujar Kisworo.

Kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan mengatakan dari 4000 halaman pledoi yang akan dibacakan 300 halaman saja. Saat ini sudah 150 halaman yang dibaca.

“Dari 4000, kami hanya rumuskan 300 halaman. Dan baru separuh, jadi besok ada 150 halaman lagi,” kata Otto Hasibuan di PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Poin terakhir yang dibahas penasihat hukum dalam nota pembelaannya yaitu terkait keaslian CCTV yang dijadikan barang bukti oleh jaksa.
Bila tidak ada CCTV yang asli, Otto menyangsikan itu bisa dipercaya. Jadi ia berharap ada rekaman video CCTV yang asli.

Jaksa Ardito mengatakan apa yang disampaikan Jessica dalam pledoinya tidak mempengaruhi tuntutan jaksa.

“Kalau saya lihat itu pleidoinya Jessica, cuma curhatnya Jessica. Jadi seperti itu,” ujar Ardito usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016) malam.

Ardito enggan berandai-andai apakah itu kemudian berpengaruh pada putusan hakim atau tidak. “Saya tidak bisa berandai-andai hal yang belum terjadi,” ujarnya.

Jessica Wongso dituntut 20 tahun penjara atas tuduhan melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ia diyakini jaksa membunuh Wayan Mirna Salihin dengan cara meracuni Mirna menggunakan racun sianida.(dtc/ziz)