Dua Kali Mangkir Panggilan KPK, Sopir Nurhadi Masih Misterius

Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi menjadi tersangka kasus suap pendaftaran Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. KPK kini sedang memburu kesaksian sopir pribadi Nurhadi, Royani.

Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi menjadi tersangka kasus suap pendaftaran Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. KPK kini sedang memburu kesaksian sopir pribadi Nurhadi, Royani.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Keberadaan Royani, salah satu kunci kasus suap  terhadap Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, masih misterius. Komisi Pemberantasan Korupsi hingga kini belum mengetahui tempat persembunyian sopir Nurhadi itu.

Kesaksian Royani dianggap penting oleh KPK. Namun dia terus mangkir dari dua kali panggilan pemeriksaan KPK yakni pada 29 April dan 2 Mei lalu

“Pencarian masih dilakukan. Sejumlah upaya telah dan akan terus KPK lakukan, tapi memang tidak bisa disampaikan secara detail apa saja,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Senin (6/6).

Sementara KPK telah memeriksa Nurhadi sebanyak tiga kali. Istri Nurhadi, Tin Zuraida, juga sudah diperiksa Rabu pekan kemarin untuk tersanfka Doddy Aryanto Supeno. Tin dan Nurhadi sama-sama bungkam soal pemeriksaan terhadap mereka.

Kasus dugaan suap pengajuan Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terungkap usai KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Panitera Sekretaris PN Jakpus Edy Nasution dan Doddy Aryanto. Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK menyita uang Rp50 juta yang diduga terkait pengajuan peninjauan kembali atas perkara yang sedang disidangkan PN Jakarta Pusat.

Nurhadi dan Royani telah diminta KPK untuk dicegah berpergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan. Selain itu, KPK juga mencegah Chairman PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro. (cn/gbi)