Dua Kali Mangkir, Tersangka Korupsi Dana Hibah Pemkot Surabaya Ditahan

Tersangka mantan Kepala SD Nurul Iman, Iskandar Zulkarnaen (tengah) dan Asmadi selaku pelaksana proyek digiring petugas kepolisian dari Kantor Kejari Surabaya ke Rutan Medaeng, Selasa (26/9).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menahan dua tersangka korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 201, Iskandar Zulkarnaen selaku mantan Kepala SD Nurul Iman dan Pelaksana Proyek Asmadi. Penahanan dilakukan karena salah seorang tersangka mangkir dari dua panggilan kejaksaan.

Mereka pun akhirnya dijemput paksa oleh tim yang dipimpin Kasipidsus Kejari Surabaya, Heru Kamarullah. “Saat ditangkap, dia sedang mengajar. Kami lakukan upaya penangkapan karena tersangka tidak kooperatif,” terang Humas Kejari Suarabaya Didik Farkhan, Selasa (26/9).

Kedua tersangka kemudian dijebloksan ke Rutan Medaeng setelah menjalani pemeriksaan di Ruang Kasi Pidsus Kejari Surabaya.  Iskandar dan Asmadi diduga menyelewengkan duit proyek pembangunan gedung SD Nurul Iman di Sememi Surabaya yang bersumber dari dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2014 silam.

“Mereka ditahan dalam kasus korupsi pembangunan gedung SD Nurul Iman yang menggunakan dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2014,” kata Didik.

Akibat perbuatan kedua tersangka, negara mengalami kerugian sebesar 270 juta rupiah. “Cairnya dari Pemkot 300 juta rupiah, tapi pembangunannya hanya 17 persen,”sambung Jaksa kelahiran Bojonegoro ini.

Kedua tersangka dijerat melanggar Pasal 2 jo pasal 3 UU No.31 th 1999 sebagimana dirubah dengan UU No 20 th 2001 tentang pemberantasan tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Kasus ini mencuat dari pengaduan Kelompok Peduli Masyarakat Surabaya. Dugaan korupsi itu diperkuat dengan laporan dari Yayasan Pendidikan Nurul Iman sendiri. (ady)