Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota PSHT Menyesal

oleh
Terdakwa Muhammad Jafar dan Muhammad Tiyo menyampaikan pembelaan di sidang di PN Surabaya, Kamis (22/2).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Dua oknum bonekmania, Muhammad Jafar dan Muhammad Tiyo menyesali perbuatannya ikut menganiaya dua annggota Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT) hingga meninggal dunia. Terdakwa Muhammad Jafar memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman paling ringan karena dia menjadi tumpuan perekonomian keluarga.

“Saya sangat menyesal, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari,” ujar Muhammad Tiyo saat membacakan nota  saat menyampaikan pembelaan gelar di ruang sidang Cakra PN Surabaya, Kamis (22/2).

Hal senada juga diutarakan terdakwa Muhammad Jafar, dirinya mengutarakan jika dia anak ketiga dari orang tuanya yang kini kedua orang tuanya sudah tua. Dia mengaku menjadi tulang punggung keluarga sebagai pekerja kuli bangunan.

“Saya anak ketiga, kedua orang tua saya sudah tua, hasil kerja kuli bangunan saya berikan kepada orang tua yang sudah tidak bekerja” ujar Muhammad Jafar pada saat membacakan pembelaan lisan di hadapan majlis hakim.

Persidangan dengan agenda pembelaan yang dipimpin Ketua Majlis Hakim, Sifaurrosidin, berlangsung sedikit tegang. Pasalnya, ribuan masa dari Bonek Mania dan masa PSHT memenuhi halaman Pengadilan untuk mendampingi jalanya persidangan.

Menanggapi pembelaan dari Penasehat Umum dan Pembelaan lisan dari keempat terdakwa, Jaksa Penuntut Umum tetap pada tuntutanya. Pada persidangan pekan lalu JPU telah menuntut dua terdakwa Muhammad Jafar dan Muhammad dalam sidang perkara penganiaan yang menyebabkan dua korban meninggal,  dengan hukuman masing-masing 10 tahun penjara sesuai Pasal 170 ayat 2 KUHPidana tentang kekerasan yang mengakibatkan kematian dan pasal 351 ayat 1 KUHPidana tentang penganiayaan.

Selain M Jafar dan M Tiyo, ada dua terdakwa lain yang menjalani sidang terpisah yakni Jhenerly Simanjuntak dan Slamet Sunardi. Keduanya didakwa melakukan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Terdakwa Slamet Sunardi dituntut oleh JPU 3 Tahun 6 Bulan. Sedangakan Slamet Sunardi di tuntut oleh JPU 4 Tahun 6 Bulan sesuai Pasal 45A ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 Tentang  Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (ady)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *