Dua Warga Jepang Jadi Korban Pembunuhan Bermotif Perampokan di Bali

ilustrasi kasus pembunuhan.

GLOBALINDO.CO, BALI – Dua warga negara Jepang bernama Hiroko Matsuba dan Nurio Matsuba menjadi korban pembunuhan bermotif perampokan. Hal itu berdasar hasil penyelidikan Polresta Denpasar dan Polda Bali. Polisi pun berhasil menangkap pelaku.

“Pukul 03.00 Wita, telah diamankan seorang pria diduga pelaku pembunuhan terhadap orang asing kebangsaan Jepang yang terjadi di Perumahan Puri Gading, Jimbaran, Kuta,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja, Senin (18/9/2017).

Pria yang diamankan itu bernama I Putu A (25) dan belum diketahui profesinya. Putu diamankan di kawasan Denpasar dan masih dalam pemeriksaan.

(Baca Juga: Mayat Polisi di Pantai Kuta Diduga Korban Pembunuhan oleh WNA Australia)

Walau demikian, Putu mengaku pada Minggu (3/9) pukul 08.30 Wita, ia jalan-jalan di seputaran Puri Gading. Kemudian Putu berhenti di rumah No 6 Blok F1 dengan gerbang yang terbuka.

Rumah dua lantai itu dihuni oleh Hiroko Matsuba dan Nurio Matsuba. Putu kemudian masuk ke dalam rumah dan melihat di rak sepatu ada sebilah pisau, ia kemudian memungut pisau itu dan masuk ke dalam ruangan di lantai 1.

“Pelaku melihat ada pisau di rak sepatu selanjutnya pelaku mengambil dan membawa masuk ke dalam rumah, melihat lantai satu kosong. Pelaku kemudian masuk ke lantai dua dan melihat korban wanita Hiroko Matsuba,” ujar Hengky.

Putu melihat Hiroko memegang tas berisi uang. Hal itu membuat Putu mendekati Hiroko dan membekap, mengikat serta menusuknya di leher dan perut. Mendengar keributan, suami Hiroko, Norio naik ke lantai dua.

“Pelaku langsung membekap korban pria dan menusuk punggung serta menggorok lehernya,” ucap Hengky.

Kemudian Putu meletakan tubuh dua korbannya berdekatan, kemudian ditutupi dengan bed cover serta ranting kayu di atasnya. Putu kemudian mencuci tangannya di kamar mandi lantai dua dan mengganti pakaiannya dengan pakaian milik korban.

“Sekira pukul 12.00 Wita, pelaku keluar membawa mobil ke arah Tanah Lot dan kembali lagi ke TKP dengan membawa korek api kayu, dupa dan bensin di dalam botol minuman mineral. Yang bersangkutan kembali ke TKP untuk menghilangkan barang bukti dengan membakar korban dan beberapa ruangan di rumah korban,” ungkap Hengky.

Keesokan harinya, Senin (4/9) pukul 11.00 Wita, asap yang mengepul dari lantai dua rumah korban menarik perhatian warga. Upaya pemadaman kemudian mengarah pada ditemukannya kedua jenazah.

“Pelaku motifnya memerlukan uang untuk bayar hutang,” urai Hengky.(dtc/ziz)