Duh, 445.000 Anak Indonesia Tak Mampu Lanjutkan Sekolah ke SMP

jokowi dan siswa SDGLOBALINDO.CO, MAGELANG – Sebanyak 445.000 anak di Indonesia tercatat tidak mampu menuntaskan wajib belajar (Wajar) sembilan tahun alias protol setelah SD. Anak-anak ini tersebar di 65 kota dan kabupaten di Indonesia.

Kepala Subdit Kelembagaan, Sarana dan Prasana, Direktorat Pembinaan SMP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Susetyo Widi Asmoro menyatakan, sebagian besar mereka tinggal di daerah Indonesia bagian timur.

“Rata-rata mereka usia 13-15 tahun, setelah lulus SD mereka tidak dapat meneruskan ke SMP,” kata Susetyo dalam Rakor Penuntasan Wajib Belajar Sembilan Tahun yang Bermutu dan Merata di Kabupaten Magelang, kemarin.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak ini putus sekolah. Di antaranya, karena tidak adanya ruang untuk belajar dan minimnya akses ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

“Bisa jadi di daerah tersebut ada SD tapi SMP-nya tidak ada, sebagian besar di Indonesia bagian timur,” katanya.

Di beberapa daerah di wilayah Jawa juga masih banyak anak yang belum mampu menuntaskan wajar 9 tahun, seperi di Bandung, Cianjur, Sampang Madura, Situbondo dan lainnya.

Faktor lain, lanjut Susatyo, kesadaran masyarakat akan pendidikan masih dinilai kurang. Di beberapa daerah pinggiran, katanya, masih banyak anak yang sudah menikah muda dan bekerja menghidupi keluarga.

Susetyo mengakui, pemerintah pusat memiliki keterbatasan anggaran untuk menyediakan akses atau fasilitas belajar di daerah-daerah tertentu. Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat.

“Pemerintah daerah paling bertanggung jawab menyediakan akses tersebut,” katanya.(kcm/ziz)