Duh, Indonesia Masih Impor Garam dan Kedelai

No comment 218 views

garam-dan-kedelai-imporGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kampanye besar-besaran untuk kembali bangga dan cinta menjadi Indonesia yang dilakukan pemerintah ternyata tak dibarengi kebijakan ekonomi yang matang. Salah satu bukti kecil, hingga kini Indonesia dengan kekayaan alamnya ternyata masih mengimpor garam dan kedelai.

Dalam sembilan bulan terakhir misalnya, Januari-September 2016, garam impor sudah masuk sebesar 1,4 juta ton atau senilai US$ 57,3 juta. Nilai impor ini meningkat dibanding periode sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor garam pada Januari-September 2015 adalah 1,2 juta ton atau setara US$ 55,6 juta.

Garam impor berasal dari berbagai negara, paling besar adalah dari Australia.

Kedelai juga menjadi salah satu komoditas pangan yang selama ini banyak diimpor. Selama Januari-September 2016, impor mencapai 1,72 juta ton atau US$ 724,9 juta.

Ada sedikit peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebesar 1,70 juta ton atau US$ 800,5 juta.

Mayoritas impor berasal dari Amerika Serikat (AS) sebesar 1,70 juta ton atau US$ 715,6 juta. Sisanya adalah Kanada, China, Argentina, Malaysia dan negara lainnya.(dtc/ziz)
Data inpor garam:
Australia 1,2 juta ton atau US$ 48,3 juta
India 210.099 ton atau US$ 6,9 juta
Selandia Baru 2.270 ton atau US$ 937 ribu
China 4.629 ton atau US$ 404 ribu
Jerman 199 ton atau US$ 308 ribu
Negara lainnya 992 ton atau US$ 315 ribu