Dukung Perppu Ormas, Azyumardi Azra Tak Percaya Indonesia Kembali ke Otoritarianisme

Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra mendukung penuh langkah pemerintah menerbitkan Perppu 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Meski dibayang-bayangi ketakutan Perppu Ormas itu bisa diterapkan sewenang-wenang oleh pemerintah, Azyumardi Azra menyatakan jika Indonesia tidak mungkin kembali ke masa otoritarianisme.

“Kalau ada kekhawatiran Ormas lain jadi target, ini peran civil society, kita harus pantau pemerintah. Saya kira, saya melihat bahwa Perppu ini nanti akan bisa mendorong otoritarianisme, saya kira berlebihan karena kalau menyangkut perkembangan demokrasi kita, kita sudah sampai ke titik tak mungkin kembali ke otoritarianisme,” kata Azyumardi dalam rapat bersama Komisi II di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

(Baca Juga: Refly Harun: Perppu Ormas Bibit Otoriter, Tidak Boleh Disemai)

Stafsus Wakil Presiden Bidang Reformasi Birokrasi ini punya alasan kuat mendukung langkah pemerintah dalam menertibkan Ormas radikal. Menurutnya, apa yang sekarang dihadapi Indonesia dalam kaitan menjaga Pancasila bukan perkara gampang. Menurutnya, saat ini berkembang paham yang bertentangan dengan ideologi negara ini.

“Dengan adanya demokrasi yang sejak 98/99 sampai sekarang, berbagai paham aliran dan gerakan yang tidak selaras dengan NKRI dengan bebas bisa menyampaikan ekspresinya,” katanya.

Menurut Azyumardi, kebebasan harus tetap sesuai koridor. Pancasila sebagai dasar negara jangan sampai dirongrong. Dia juga menjelaskan fenomena terkait ormas radikal.

“Kelompok radikal biasanya terkait politik. Agenda besarnya banyak politik,” ucapnya.

Azyumardi menegaskan Perppu 2/2017 sangat diperlukan karena menyangkut masalah eksistensi bangsa. Jika ada anggapan bahwa pemerintah bertindak otoriter dengan menerbitkan pengganti UU 17/2013, dia meminta masyarakat mengawalnya.(dtc/ziz)